Bismillaahirrahmaanirrahiim… Alhamdulillaah pada tanggal 23 Juni 2023 lalu saya berkesempatan untuk melakukan sharing alumni kepada para peserta Rumah Kepemimpinan dengan topik Sharing Alumni “Corrective Action of A Life Plan”. Rumah Kepemimpinan sendiri merupakan sebuah program beasiswa dan pengembangan diri mahasiswa/i berprestasi dari berbagai kampus di Indonesia dengan tujuan menjadi pemimpin dengan basis kurikulum prophetic leadership (kurikulum berbasis pada nilai ajaran nabi-nabi Allah SWT). Alhamdulillaah sewaktu saya masih mahasiswa dulu, saya berkesempatan untuk mendapatkan program beasiswa tersebut dan lulus dalam program pengembangan karakter kepemimpinan ini selama 2 tahun.
11 tahun pasca saya lulus dari program Rumah Kepemimpinan ini, saya berkesempatan untuk sharing sebagai alumni secara online. Adapun topik yang diminta adik – adik angkatan saya ini adalah bagaimana kita membuat langkah korektif (corrective action) apabila memang kita tidak mendapatkan apa yang kita targetkan / cita – citakan. Sebagai bocoran, topik ini sangat relevan untuk peserta Rumah Kepemimpinan karena salah satu parameter yang dinilai sebagai pemimpin adalah ketika kita memiliki visi sebagai mahasiswa/i yang berkarakter dan berprestasi sebagai bentuk kontribusi kita dalam kehidupan.
Namun tentunya dalam hidup apa yang kita harapan sesuai visi dan cita-cita tidak serta merta langsung kita dapatkan. Kadang banyak sekali perjalanan yang terjal, naik turun, atau bahkan harus berputar balik ketika impian kita tidak tercapai. Pada saat inilah umumnya kita memerlukan langkah – langkah korektif terkait bagaimana kemudian menyikapinya, agar hidup kita tetap dapat terus positif dan menjadi terus lebih baik lagi.
Pengalaman saya sendiri dulu sewaktu menjadi mahasiswa peserta program Rumah Kepemimpinan dipenuhi jalan yang tidak mudah. Saya adalah alumni Rumah Kepemimpinan Regional 1 Angkatan 5 Jakarta, di mana pesertanya merupakan mahasiswa/i terbaik di Universitas Indonesia. Saya ingat dalam masa berjalannya program di asrama, kami memiliki tembok dengan judul “Wall of Achievement“. Di tembok tersebut berisikan berbagai macam update prestasi dari 30 orang peserta. Masih teringat betul ketika itu teman – teman saya hampir selalu bisa memberikan update prestasi setiap pekan. Ada yang bisa menulis masuk ke media massa, ada yang menang lomba dan menjadi juara kompetisi nasional / internasional, ada yang pergi ke luar negeri untuk melaksanakan conference, dan lain sebagainya. Sementara saya? Prestasi saya waktu itu nol besar. Tidak ada prestasinya sama sekali yang ‘kelihatan’.
Materi yang saya bawakan pada sesi Sharing Alumni ini menceritakan bagaimana kemudian saya menyikapi hal tersebut. Saya menceritakan bagaimana proses saya melakukan refleksi, muhasabah, dan mencari petunjuk tentang sebenarnya apa yang salah dan bagaimana saya merespon kejadian seperti ini. Alhamdulillaah pada waktu itu saya menemukan titik terang, yang di mana hal tersebut saya dapatkan dari yang sangat dekat dengan saya tapi jarang saya baca waktu itu: Al-Quran.
Ternyata isi di dalam Al-Quran itu sangat lengkap, termasuk menjawab masalah saya tentang bagaimana menyikapi diri yang minim prestasi. Salah satu ayat yang sangat menghibur saya pada waktu itu adalah QS. At-Taubah: 105 – Maka fokuslah pada menjaga niat dan beramal shalih saja. Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang–orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu. Ini menjadi suatu ayat yang menggetarkan jiwa saya pada waktu itu. Ayat ini juga menyadarkan saya betapa rendahnya kualitas niat diri saya yang beramal shalih hanya karena ingin diakui oleh orang lain. Sejak saat itu perasaan saya menjadi lebih ringan, beban berat pikiran yang tadinya kusut menjadi lapang, dan percaya tidak percaya, prestasi yang saya dapatkan seperti tidak henti-hentinya menghampiri hingga saat ini saya bisa kuliah penuh dengan beasiswa prestasi.
Acara sharing alumni yang berlangsung selama 1 jam ini menceritakan pengalaman saya tersebut. Berikut ini saya sertakan rekaman lengkapnya sesi sharing alumni bersama peserta Rumah Kepemimpinan. Mudah – mudahan hal ini juga bisa membantu sahabat semuanya dalam menemukan corrective action atas target atau cita – citanya yang belum tercapai.
Semoga bermanfaat untuk sahabat semuanya.
Salam,
Arry Rahmawan


Leave a Comment