Alhamdulillah pada hari Jumat, tanggal 3 November 2023 lalu saya berkesemapatan untuk sharing dan membawakan Pelatihan Online Pembuatan Laporan Keuangan UMKM yang diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala, Aceh. Masalah keuangan memang salah satu bagian yang cukup kompleks khususnya untuk UMKM. Apalagi jika pelaku UMKM nya bukan berasal dari latar belakang ekonomi atau akuntansi, maka mempelajari tentang bagaimana cara membuat laporan keuangan tentunya akan semakin rumit.
Pada tahun 2018 lalu saat saya masih aktif sebagai staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia, alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mengembangkan modul kewirausahaan yang salah satunya membahas tentang laporan keuangan. Tugas saya sebagai pengembang modul pada waktu itu memiliki tantangan bagaimana mengembangkan modul ini dengan bahasa yang sederhana karena target utamanya bukanlah untuk mahasiswa atau sivitas akademika yang berasal dari jurusan ekonomi, bisnis, atau akuntansi.
Jadilah pada tahun 2018 itu saya mengembangkan modul pencatatan laporan keuangan dengan bahasa yang benar – benar simpel alias sangat sederhana. Bahasa – bahasa ‘melangit’ seperti cashflow statement, profit/loss statement, dan balance sheet saya coba kontekskan dengan studi kasus UMKM dengan contoh – contoh perhitungannya secara langsung.
Pada tanggal 3 Oktober lalu, saya diundang oleh Universitas Syiah Kuala untuk berbagi tentang bagaimana sebenernya membuat laporan keuangan UMKM untuk para sivitas akademika yang justru bukan berasal dari fakultas ekonomi dan bisnis. Berbasis pada modul yang sudah saya kembangkan pada tahun 2018 lalu, saya pun menyampaikan tiga laporan keuangan utama yang setiap pelaku UMKM harus tahu dan wajib mengerti (syukur – syukur jika bisa membuat sendiri). Apa sajakah laporan keuangan tersebut?
Sebelum masuk ke penjelasan jenis – jenis laporan keuangan yang wajib dipahami oleh UMKM, saya menjelaskan dulu satu prinsip penting dalam pengelolaan keuangan bisnis. Satu prinsip ini betul – betul membantu saya dan istri pada saat kita memulai dan menjalankan bisnis. Apakah prinsip itu? Yaitu pisahkan akun atau rekening tempat menyimpan uang pribadi dan bisnis.
Pada awal pelatihan online, saya sempat membuat sebuah sensus kecil – kecilan untuk mengetahui apakah para peserta pelatihan memisahkan antara akun bisnis dengan akun personalnya. Ternyata saya menemukan hampir semua (sekitar 80%) dari peserta yang masih mencampurkan akun mereka! Tentu saja saya sarankan dulu bagi peserta, termasuk Anda yang mungkin membaca tulisan ini untuk segera memisahkan kedua akun tersebut. Setelah memisahkan antara akun untuk kas pribadi dan kas bisnis, barulah kemudian kita mulai masuk ke pembahasan laporan keuangannya.
Laporan keuangan pertama adalah laporan Arus Kas, yang dikenal dengan Cashflow Statement. Kalau saya sedang menjadi konsultan untuk UMKM, maka bahasa cashflow statement ini saya ganti dengan ‘rekap keuangan harian’. Rekap keuangan harian adalah catatan keluar masuknya uang kas setiap harinya. Di sesi online tersebut saya menyarankan bagi setiap peserta untuk mendisiplinkan diri dalam mencatat laporan masuk/keluarnya kas, baik yang sedang kita pegang maupun yang berada dalam rekening tabungan di bank.
Laporan keuangan kedua adalah laporan Laba/Rugi (Profit/Loss Statement) yang jika saya bawakan ke UMKM maka saya mengganti namanya menjadi ‘laporan keuntungan bulanan’. Laporan ini merupakan rekapitulasi dari laporan harian di akhir bulan sesuai dengan kategorinya, apakah berada dalam kategori pendapatan (revenue) atau pengeluaran (cost).
Sementara laporan yang terakhir adalah laporan neraca bisnis atau (balance sheet) yang kalau biasa saya bawakan di UMKM namanya menjadi laporan kondisi keuangan dan aset di akhir tahun. Laporan neraca ini umumnya digunakan oleh UMKM untuk mengetahui keseimbangan antara aset yang dimiliki UMKM dengan hutang dan modalnya. Dari laporan ini nantinya dapat dilihat apakah keuangan sebuah UMKM itu sehat atau sakit posisinya.

Kurang lebih tiga materi di atas yang saya sampaikan pada pelatihan online di USK pada 3 November 2023. Senang sekali walaupun terpisah jarak ratusan kilometer jauhnya, acara pelatihan online dapat dilaksanakan dengan baik menggunakan platform Google Meet, seperti cuplikan gambar di bawah ini.
Apabila ada di antara pembaca yang tertarik untuk mempelajari dengan lebih lanjut bagaimana membuat laporan keuangan UMKM, silakan request pada kotak komentar di bawah. InsyaAllaah jika ada kesempatan akan saya coba untuk membuatkan seri artikel tentang laporan keuangan UMKM disertai dengan template excel nya.


Leave a Comment