Menghasilkan solusi kreatif

Menghasilkan Solusi Kreatif Menggunakan Reverse Brainstorm Canvas untuk Pengembangan Bisnis

Menghasilkan gagasan kreatif kadang sulit banget bagi kebanyakan orang. Apabila kita memiliki masalah, umumnya kita akan memikirkan gagasan – gagasan yang biasanya sudah pernah ada sebelumnya, atau mungkin solusi yang ‘usang’. Padahal kalau kata mbah Albert Einstein, “We cannot solve our problems with the same thinking we used when we created them.” Pada intinya, kita tidak bisa memecahkan masalah dengan baik jika kita masih menggunakan pola pikir yang sama pada saat permasalah itu tercipta. Dengan kata lain, kita harus memiliki cara yang berbeda dan unik dalam berpikir agar bisa menghasilkan solusi yang jitu dalam memecahkan masalah – masalah yang baru.

Sebagai konsultan dan trainer berpikir kreatif, saya teringat pada akhir Desember tahun 2023 lalu saya diminta untuk memberikan training tentang menghasilkan gagasan kreatif di sebuah perusahaan penerbitan buku bacaan anak – anak. Perusahaan tersebut pada saat pandemi COVID-19 menjadi salah satu perusahaan yang memimpin dalam menjual buku – buku edukasi untuk anak, khususnya anak usia dini. Namun, ketika pandemi COVID-19 mereda, sales dari perusahaan ini terus-menerus turun. Hingga akhirnya pada akhir Desember lalu saya membawakan training dan memperkenalkan beberapa alat bantu berpikir kreatif. Pada artikel ini, saya ingin membagikan pengalaman saya dalam mengajarkan salah satu alat bantu berpikir kreatif yang saya perkenalkan di training tersebut, yang dinamakan Reverse Brainstorm Canvas (RBC). Saya ingin menuliskan tentang RBC pada artikel karena peserta pelatihan yang lalu merasakan dampak yang sangat besar dari canvas ini dan ternyata masih sedikit yang tahu tentang apa itu RBC.

Mengenal Apa Itu Reverse Brainstorm Canvas (RBC)

Apakah Anda pernah mendengar sebelumnya tentang apa itu Reverse Brainstorm Canvas (RBC). Jika belum, wajar. RBC ini memang jauh kalah populer dibandingkan dengan Business Model Canvas (BMC). Secara konsep, RBC ini menitikbertakan pada aktivitas yang dinamakan Reverse Brainstorm. Reverse Brainstorm adalah upaya menghasilkan gagasan kreatif yang terbalik dengan hasil yang diharapkan. Sederhananya, kalau kita ingin brainstorm, “bagaimana cara agar bangun subuh jam 4 pagi”, maka yang akan dilakukan Reverse brainstorm ini adalah, “bagaimana caranya agar saya bangun kesiangan.” Loh, kok malah kita mencari cara kesiangan? Iya, nanti jawaban dari gagasan – gagasan untuk bangun kesiangan ini akan diseleksi manakah yang membuat diri kita sering kesiangan. Kalau kita tahu gagasan untuk bangun kesiangan, maka kita juga akan tahu bagaimana gagasan untuk bangun lebih awal (di reverse lagi jawabannya). Bingung kah? Nah, kalau bingung mungkin saya tampilkan dulu seperti apa bentuk RBC nya.

Tampilan utama dari Reverse Brainstorming Canvas – RBC

RBC ini memiliki 3 blok. Blok pada RBC menunjukkan step atau langkah yang dilakukan dalam proses Reverse Brainstorming. Terdapat 3 langkah untuk melakukan Reverse Brainstorming, yaitu:

Step 1: State the reverse of your problem or challenge

Sebagai contoh, misalkan tadi “bagaimana agar bangun subuh jam 4 pagi.” Maka Reverse Problemnya adalah, “Bagaimana agar bangun kesiangan”.

Step 2: Brainstorm possible solutions that achieve the above statement, then circle those that you are already doing

Sekarang kita akan mulai brainstorming terkait gagasan – gagasan yang mungkin menyebabkan kita bangun kesiangan. Anggaplah misalnya ada lima kemungkinan jawaban yang membuat diri Anda bangun kesiangan,

  1. Tidur larut malam
  2. Menonton film atau Netflix sebelum tidur
  3. Mengerjakan tugas kuliah hingga dini hari
  4. Main malam bersama teman
  5. Main game online di handphone

Dari kelima jawaban tersebut, maka silakan Anda lingkari mana yang biasa Anda lakukan. Setelah Anda melingkarinya, barulah kemudian Anda menuju ke langkah berikutnya.

Step 3: Flip the circled or relevant ‘reverse solutions’ defined in step 2 to create real fixes for the original challenge

Anggaplah bagian yang Anda lingkari di step 2 adalah Main game online di handphone, di mana Anda kecanduan karena sifat game nya yang sangat kompetitif. Maka fokuslah pada hal yang Anda lingkari ini. Coba tanyakan pada diri Anda, bagaimana agar Anda tidak atau mengurangi bermain game online pada saat Anda ingin tidur? Maka akan muncul beberapa kemungkinan jawaban seperti berikut ini,

  1. Uninstall game online di handphone
  2. Memberikan batasan screen time untuk bermain game online
  3. Ganti password dengan yang lebih rumit dan berikan password game online itu ke orang lain untuk disimpan
  4. Puasa main game online di handphone 7 hari
  5. Mengganti aktivitas bermain game dengan membaca buku

Anda dapat terus meneruskan list nya, hingga Anda dapat mengurangi kecanduan Anda dalam bermain game online kompetitif di smartphone Anda yang menyebabkan diri Anda sering kesiangan. Dengan begitu, harapannya Anda akan bisa tidur lebih awal dan nantinya Anda bisa bangun lebih pagi lagi.

Pada pelatihan di perusahaan penerbitan buku anak di akhir tahun lalu, saya meminta peserta untuk melakukan RBC terkait dengan permasalahan, “bagaimana caranya menaikkan penjualan buku anak.” Hasil dari reverse masalah ini adalah, “bagaimana caranya membuat penjualan buku anak anjlok.”. Hasilnya mereka menemukan berbagai gagasan, seperti: Buku yang berat, buku yang harganya mahal, kualitas cetak banyak salah, buku yang warnanya kusam, buku yang sulit didapat, dst. Baru nanti mereka akan mencari bagian mana yang sekiranya sudah dilakukan oleh perusahaan. Hasil akhirnya kemudian tercipta banyak gagasan – gagsan baru untuk menaikkan penjualan buku mereka yang tidak bisa saya sebutkan di sini karena itu merupakan rahasia perusahaan, hehe.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk pengembangan bisnis Anda. Apabila Anda berminat untuk mengundang saya sebagai trainer pengembangan bisnis atau kewirausahaan, silakan kontak saya via email di [arry . rahmawan @ icloud . com] atau hubungi saja melalui akun sosial media saya di Instagram @ArryRahmawan.

Salam,
Arry Rahmawan