Pada awal tahun 2024 di Bulan Januari ini, saya diundang ke salah satu perusahaan start-up technology di Indonesia untuk memberikan training tentang bagaimana melatih otak kita untuk menjadi lebih kreatif dalam menghasilkan solusi. Salah satu latar belakang mengapa saya diundang ke perusahaan startup tersebut adalah karena para karyawan yang ada di perusahaan tersebut banyak yang tidak memiliki spirit dalam bekerja. Walaupun startup sering digaungkan sebagai tempat kerja yang tidak kaku, fleksibel, dan penuh dengan peluang untuk menyampaikan gagasan, tetapi untuk startup yang saya tangani ini malah sebaliknya: banyak di antara karyawan yang ternyata memiliki semangat dan motivasi yang rendah. Mereka pun bertanya, “Bagaimana cara – cara kreatif, baru, dan fresh yang dapat meningkatkan motivasi para karyawan di perusahaan tersebut?”
Sebelum saya sampai ke jawaban dari pertanyaan tersebut, saya memberikan beberapa prinsip yang dapat membantu kita menjadi orang yang jauh lebih kreatif. Salah satu teknik dalam berpikir kreatif adalah combination. Orang – orang yang kreatif adalah mereka yang mampu membuat kombinasi antara berbagai macam hal yang sudah mereka ketahui untuk kemudian menjadi solusi yang baru. Sebagai contoh, ketika Anda pergi berkemah maka Anda harus menyiapkan peralatan makan Anda sendiri. Minimal, Anda harus membawa satu sendok dan satu garpu. Secara total, Anda membawa dua barang. Orang kreatif akan mencoba berpikir, “mungkinkah jika saya membawa hanya satu alat saja yang mewakili keduanya?” Di sinilah terjadi prinsip combination, di mana baik sendok dan garpu memiliki dua ujung. Bagaimana jika ujung yang satu berupa sendok, sementara ujung lainnya berupa garpu? Dari kombinasi ini, muncullah apa yang dinamakan Spork, yaitu alat makan yang satu ujungnya sendok dan ujung lainnya berupa garpu. Teknik ini dinamakan juga dengan ‘combinational creativity’.
Saya telah banyak membantu para eksekutif dan juga dosen untuk mengasah combinational creativity mereka. Salah satu tools yang bagus untuk membantu kita mengasah combinatorial creativity adalah dengan menggunakan Combinational Creativity Canvas atau 3C. Saya ingin membagikan tentang 3C agar siapa tahu bisa bermanfaat dan cocok untuk kasus pemecahan masalah Anda saat ini yang membutuhkan kreativitas. Sebelum saya menjelaskan tentang cara pemakaian 3C ini, maka saya akan menampilkan dan menjelaskan terlebih dulu seperti apa 3C ini.
Mengenal Apa Itu Combinational Creativity Canvas (3C)
Combinational Creativity Canvas (3C) merupakan alat bantu berbentuk kanvas yang memfasilitasi penggunanya untuk melakukan aktivitas combinational creativity secara sistematis. Berikut ini merupakan tampilan dasar dari 3C,

Gambar di atas merupakan tampilan dasar dari Combinational Creativity Canvas (3C). 3C ini akan membantu dalam memandu kita untuk melakukan combinational creativity atas masalah yang sedang dihadapi (biasanya adalah masalah dalam konteks bisnis atau perusahaan). Terdapat 3 tahapan dalam melakukan combinational creativity berdasarkan 3C, yaitu:
- Stage 1: Sensible Ideas – Tahap kita menghasilkan ide – ide yang masuk akal. Umumnya ide – ide ini berasal dari solusi yang bekerja pada masalah – masalah di masa lalu
- Stage 2: Non-Sensible Ideas – Tahap kita menghasilkan ide – ide yang terhitung gila dan tidak masuk akal. Ide – ide ini berasal dari orisinalitas berpikir dan biasanya mengacuhkan batasan – batasan yang sedang berlaku di masa itu.
- Stage 3: Combine Sensible and Non-Sensible Ideas – Tahap ketiga yaitu mengkombinasikan antara ide – ide yang masuk akal tadi dengan ide – ide yang kurang masuk akal. Berasal dari kombinasi ini, nantinya akan dihasilkan ide yang sifatnya pertengahan: di satu sisi ide tersebut fresh, namun di sisi lain ide tersebut juga realistis untuk dikerjakan.
Sebagai contoh untuk mengisinya, kita kembali lagi pada masalah yang dihadapi oleh perusahaan startup di atas yang sedang berjuang untuk meningkatkan motivasi para karyawannya. Berikut ini adalah ilustrasi dari cara pengisiannya.
- Stage 1: Sensible Ideas: Apa saja yang dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan (gagasan yang umum dan make sense)?
- Memberikan fleksibilitas kerja (tidak harus berada di kantor)
- Memberikan ruang untuk berpikir kreatif dan bereksperimen dengan gagasan
- Terdapat perkembangan jenjang karir
- Stage 2: Non-Sensible Ideas: Apa saja yang dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan (gagasan gila yang tidak make sense):
- Hari Jumat Diliburkan
- Membuat Kompetisi Gulat
- Menjadwalkan adanya gossip time setiap hari
- Stage 3: Combine Sensible with Non-Sensible: Apa saja yang dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan (gagasan kombinasi dari yang make sense dengan yang tidak):
- Jumat libur + Fleksibilitas Kerja = Hari Jumat bebas kerja di mana saja
- Ruang eksperimen kreativitas + Kompetisi Gulat = Membuat kompetisi berhadiah bagi karyawan bagi penggagas ide untuk kemajuan perusahaan
- Jenjang karir + Gossip Time = Membuat jadwal untuk menggosipkan siapa calon – calon leader berikutnya dan mengapa calon leader tersebut layak untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi
Jawaban di atas tentu saja hanyalah jawaban ilustrasi yang tidak menunjukan jawaban asli dari pelatihan yang saya bawakan. Tulisan ini hanya untuk berbagi tentang salah satu tools yang dapat membantu kita untuk melakukan combinational creativity. Bagi Anda yang tertarik untuk mengundang saya menjadi narasumber pelatihan di institusi Anda, silakan kontak saja melalui email di arry. rahmawan @ icloud. com . Semoga artikel bermanfaat ya dan dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif dan juga produktif!
Salam,
Arry Rahmawan


Leave a Comment