Sejak tahun 2016, saya sudah rutin memberikan pelatihan Business Model Canvas (BMC) untuk berbagai macam instansi dan perusahaan setiap tahun. Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu BMC, Anda bisa membaca tulisan saya berikut ini. Pelatihan terakhir yang saya bawakan adalah pelatihan BMC di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia pada 27 Agustus 2022 lalu. Salah satu pertanyaan peserta yang menurut saya menarik untuk dijawab dan menginspirasi saya untuk menuliskan artikel ini adalah, “Sebenarnya apa sih manfaat business model canvas yang bisa didapatkan oleh para entrepreneur atau pengusaha?”
Saat menjawab pertanyaan tersebut, saya pun menjelaskan berbagai macam goals yang ingin dicapai saat sebuah perusahaan, organisasi, atau bahkan individu memutuskan untuk menggunakan BMC dalam menganalisa model bisnis mereka. Ketika saya menyebutkan satu per satu manfaat dari BMC ini, saya pun jadi sadar kenapa BMC ini begitu powerful bahkan hingga usianya sudah lebih dari 10 tahun masih saja banyak digunakan hingga saat ini. Ternyata karena kegunaannya sangat banyak! Di sini saya menuliskan beberapa daftar kegunaan BMC berdasarkan pengalaman saya menjadi instruktur Business Model Canvas. Oh ya, sebagai gambaran, berikut ini adalah contoh dari BMC yang sudah terisi. Saya mengambil contoh kasus perusahaan Swapfiets, yang merupakan perusahaan dengan model bisnis Bike as a service.

Saya membagi manfaat BMC ini ke dalam beberapa kategori: Untuk Entrepreneur pemula, existing business, dan individu.
Untuk Entrepreneur pemula, (1) BMC dapat digunakan untuk menggambarkan ide bisnis yang ingin diwujudkan. Saya sering sekali diundang sebagai juri untuk menilai proposal bisnis dalam business plan competition yang salah satunya menggunakan BMC sebagai bagian dari proposal tersebut. Dengan menggunakan BMC, diharapkan dapat mengkomunikasikan ide bisnis dengan lebih mudah. Selain itu, (2) BMC juga dapat digunakan untuk pitching terhadap investor. BMC dapat bermanfaat untuk memangkas waktu presentasi menjadi lebih efisien saat menjelaskan model bisnis. Beberapa kali saya diminta menjadi coach untuk pitching ide bisnis kepada investor, di mana waktu yang tersedia hanya kurang dari 5 menit. Dalam beberapa kasus, (3) BMC juga dapat digunakan untuk menguji coba prototipe model bisnis sebelum dilakukan scaling menjadi lebih besar. Hal ini biasa saya sampaikan dalam kelas kewirausahaan teknologi, di mana mengembangkan model bisnis itu bersifat iteratif.
Untuk existing business, saya memiliki pengalaman dalam memandu perusahaan (atau bahkan organisasi non-profit) untuk (4) Menggambarkan dengan tepat seperti apa model bisnis mereka saat ini. Untuk perusahaan besar dengan umur yang lama, umumnya model bisnis sudah menjadi sangat kompleks. Hal ini diperparah dengan perspektif antar eksekutif atau pimpinan yang berbeda – beda dalam memandang model bisnis mereka sendiri. Dalam konteks ini, BMC dapat digunakan sebagai common language and framework untuk mengkomunikasikan model bisnis. Dengan BMC, mereka bisa bersama – sama menyamakan persepsi terkait dengan model bisnis yang ada saat ini. Selain itu, (5) BMC juga dapat digunakan sebagai reality check, untuk memastikan bahwa model bisnis yang berjalan sekarang sudah sesuai dengan model bisnis yang dimaksud perusahaan tersebut. Manfaat lain BMC pada perusahaan eksisting adalah: (6) BMC dapat digunakan untuk melakukan assessment apakah model bisnis yang dijalani perusahaan saat ini sehat atau sakit. Hal ini dinamakan juga dengan Business Model checkup, di mana kita menilai dari skala 1 – 10 bagaimana nilai di masing – masing blok BMC. Selain itu, (7) BMC dapat digunakan untuk membantu existing business dalam berinovasi model bisnis. BMC dapat membantu perusahaan untuk melakukan envisioning atau memproyeksikan seperti apa model bisnis di masa yang akan datang. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk berinovasi atau melakukan disrupsi terhadap model bisnis mereka sendiri. Terakhir, (8) BMC juga dapat digunakan untuk memandu menciptakan proses bisnis (operasionalisasi model bisnis) yang lebih efektif dan efisien. Dengan menggunakan BMC, perusahaan dapat merencanakan pengadaan, produksi, distribusi, dan penjaminan mutu produk dengan lebih baik dengan berbasis kepada konsumen.
Terakhir, BMC juga tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi individu. Dengan konsep Business Model You (BMY), (9) BMC dapat digunakan untuk menyusun rencana karir individu. Saya sudah pernah membahasnya di artikel saya yang lain terkait dengan Business Model You. Penggunaan BMY tidak terlalu berbeda jauh dengan BMC, hanya saja makna dari setiap bloknya disesuaikan dengan perencanaan karir.
Demikian 9 goals dan manfaat yang saya bisa ceritakan sebagai instruktur dan pelatih Business Model Canvas selama lebih dari 5 tahun. Begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan membuat saya menyadari mengapa BMC seperti tidak ada habisnya untuk diaplikasikan, karena adanya konteks yang berbeda akan membuat tujuan dan juga pengaplikasian yang berbeda pula.
Semoga bermanfaat buat Anda semuanya. Bagi Anda yang berminat untuk mengundang saya sebagai narasumber dalam memberikan materi terkait Business Model Canvas, silakan silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram saya.
Salam,
Arry Rahmawan


Leave a Comment