Sebuah Mind Trick untuk Membangun Habit Baru yang Konsisten

Bagaimana ya caranya agar saya dapat membangun habit baru dengan konsisten?

Pertanyaan di atas mungkin banyak ditanyakan oleh pembaca yang sedang ingin mengurangi habit buruk, atau ingin mengurangi habit yang baik. Apalagi kita baru saja keluar dari pandemi, yang ‘memaksa’ kita untuk bekerja atau belajar dengan ‘habit-habit’ yang juga baru. Menurut Healthline, pandemi bukan hanya memberikan peluang untuk bekerja lebih fleksibel, tetapi juga banyak meninggalkan bekas-bekas kebiasaan yang buruk. Beberapa diantaranya misalkan makan kurang teratur, jarang olahraga, kebanyakan nonton netflix atau youtube, kebanyakan gaming, males gerak, dan banyak habit – habit lainnya.

So, gimana caranya agar kita bisa mulai bangkit lagi pasca masa pandemi ini dengan membangun habit baru dengan konsisten?

Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi tips yang siapa tahu dapat bermanfaat untuk Anda. Tips kali ini merupakan salah satu mind trick yang saya lakukan untuk membangun kebiasaan baik dan konsisten pasca pandemi: Fitness! Walaupun memang saat ini hasilnya belum terlalu terlihat sih, tetapi tips mind trick ini bisa membantu saya untuk membangun kebiasaan fitness dengan lebih disiplin dan konsisten.

Apa tips mind trick yang saya terapkan dalam membangun habit? Yaitu dengan mengingat kalimat yang sering dilontarkan oleh pembimbing disertasi saya berikut ini,

EVERYTHING IS HARD BEFORE IT IS EASY

Alexander Verbraeck (My Supervisor)

Kalimat Everything is Hard Before It Is Easy seringkali diberikan oleh pembimbing saya dalam diskusi progress report meeting saat saya mengalami stuck atau kesulitan dalam mempelajari pertama kali bidang yang saya jalani dalam PhD. Sebagai contoh, dulu ketika memutuskan bahwa pendekatan yang akan digunakan dalam disertasi saya adalah Complex Network Theory, saya sempat bingung karena tidak memiliki background terkait dengan hal tersebut. Di saat – saat itulah kemudian Profesor saya berkata, “Arry, be calm. Everything is hard before it is easy!”.

Karena seringnya kata – kata itu saya terima, akhirnya kalau misalnya saya perlu menanamkan habit baru seperti kebiasaan melakukan fitness setiap hari yang di mana sebelumnya saya belum konsisten melakukanya setiap hari. Namun tanpa disangka ketika dijalani secara terus-menerus, pada akhirnya hal tersebut pelan – pelan menjadi lebih mudah dan bahkan menjadi suatu kebiasaan yang konsisten hingga saat ini.

Jadi, bagaimana kok hanya dengan mengingat “Everything is hard before it is easy” bisa membantu saya untuk menjadi lebih konsisten dalam menanamkan habit?

Setelah saya melakukan refleksi dan mendalami lebih lanjut, ternyata kalimat tersebut memberi makna kepada saya seperti berikut ini: “Untuk mencoba hal baru atau habit baru, pertama kali saya mencoba, maka percobaan pertama itulah yang paling sulit, diikuti kedua, ketiga, keempat, tetapi kesulitan itu tentu tidak selamanya. Pada percobaan kedua, bisa jadi semakin sulit. Percobaan ketiga, lebih sulit lagi, tetapi kita akan sampai pada suatu titik di mana:

You can be certain it WILL get easy

Alexander Verbraeck (Pembimbing Disertasi)

Sehingga, dalam mencoba menanamkan habit baru, saya akan berkata bahwa, “Oke, ini pasti akan sangat sulit pada 10 percobaan pertama, tetapi akan mudah pada percobaan – percobaan berikutnya!”

Sehingga, kalau saya bisa lolos dari 5 – 10 kali percobaan pertama, maka berikutnya akan lebih mudah saya melakukannya! Lebih jelasnya, saya coba gambarkan dalam sebuah grafik yang digambarkan seperti berikut ini:

The Difficulty Diagram

Itulah strategi mind trick yang kemudian sangat membantu saya untuk menanamkan kebiasaan baik, atau bahkan hal – hal yang belum familiar dalam hidup saya. Kesulitan hanya ada di awal – awal. Semakin saya membiasakan, semakin saya familiar, maka hal tersebut akan semakin mudah pada akhirnya.

Semoga hal ini bisa sedikit membantu pembaca semua dalam menanamkan kebasaan hidup yang lebih produktif dari sebelumnya. Bagi Anda yang ingin mengundang saya sebagai narasumber atau konsultan di bidang produktivitas hidup atau manajemen diri efektif, silakan hubungi saya melalui Instagram, LinkedIn, atau email di arry(dot)rahmawan(at)gmail(dot)com.

Salam,
Arry Rahmawan