Mengenal Apa Itu VUCA dan Strategi Analisa VUCA dalam Konteks Industri

Mengenal Apa itu VUCA dan Bagaimana Strategi Analisa VUCA di Industri?

Artikel kali ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Bagi sebagian orang, istilah VUCA tentu tidak asing lagi karena istilah ini begitu populer di banyak kalangan untuk menggambarkan sebuah situasi yang tidak menentu. Bagi yang belum mengetahui, VUCA merupakan singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. VUCA awalnya digunakan oleh kalangan militer di Amerika Serikat untuk menggambarkan situasi keamanan yang tidak menentu pada saat terjadinya tragedi 9/11. Karena VUCA ini juga relevan untuk menggambarkan keadaan di beberapa sektor industri yang tidak menentu, maka para pelaku bisnis juga seringkali menggunakan istilah VUCA ini untuk menantang diri mereka melakukan inovasi agar siap menghadapi tantangan di era VUCA. Tidak perlu jauh – jauh, pandemi COVID-19 yang banyak berdampak terhadap sektor industri juga merupakan salah satu bentuk dari VUCA. Mereka yang siap menghadapi VUCA ini, maka tentu saja akan dapat bertahan atau bahkan bersinar di tengah pandemi. Sebaliknya, mereka yang tidak terbiasa untuk menghadapi VUCA, bukan tidak mungkin bisnisnya saat ini gulung tikar.

Walaupun istilah VUCA ini sudah sering digunakan, namun penting bagi kita untuk mengetahui sebenarnya apa sih arti dari masing – masing kata yang terwakili dalam huruf V-U-C-A ini? Dengan memahami VUCA dengan lebih baik, semoga bisa membantu Anda para pemegang keputusan strategis di industri untuk dapat lebih siap menghadapi VUCA di masa yang akan datang. Berikut akan saya jelaskan sedikit mengenai konsepnya masing – masing sehingga kita dapat mengetahui apa perbedaannya.

Mengenal Apa Itu VUCA dalam Konteks Industri

Materi mengenai VUCA adalah salah satu materi wajib yang saya bawakan dalam mata kuliah “Manajemen Teknologi” di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Pada kuliah tersebut, saya biasa menantang mahasiswa untuk bisa menghasilkan gagasan – gagasan cemerlang jika mereka berada dalam posisi sebagai pengambil kebijakan strategis dalam perusahaan di era VUCA. Namun sebelum mereka dapat mengambil keputusan dengan baik, tentu diperlukan pemahaman tentang apa itu VUCA dan perbedaan arti di masing – masing huruf yang mewakilinya.

Salah satu rujukan yang saya gunakan dalam menjelaskan VUCA adalah dari artikel yang ditulis oleh Nathan Bennett dan G. James Lemoine di Harvard Business Review pada tahun 2014 silam. Dalam artikel ini, untuk memudahkan pemahaman, saya juga menambahkan ilustrasi visual dari apa yang saya pelajari di Belanda mengenai VUCA ini.

V – Volatility

Penjelasan: Adalah tingkat kecepatan perubahan dalam suatu industri, meliputi perilaku konsumen, permintaan pasar, atau faktor lain yang mempengaruhi industri. Semakin cepat tingkat perubahannya, maka akan semakin volatile.

Contoh: Bagi Anda yang suka memperhatikan grafik harga cryptocurrency, seperti Bitcoin misalnya, maka Anda akan menemukan betapa pasarnya bersifat high volatility. Kenapa? Karena tingkat perubahannya yang begitu cepat dan drastis. Misalnya pada saat saya menulis artikel ini, saya melihat harga 1 BTC sekitar 568 jutaan rupiah, di mana 24 jam lalu, harganya masih di 586 jutaan. Artinya, jika Anda membeli 1 BTC 24 jam lalu, maka saat ini (secara rupiah) Anda loss 18 juta jika menjualnya.

Ilustrasi: Berikut adalah ilustrasi antara industri low volatility dengan high volatility

Ilustrasi perbedaan low volatility dengan high volatility

U – Uncertainty

Penjelasan: Adalah tingkat keyakinan dalam memprediksikan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Semakin kita yakin bahwa di masa yang akan datang akan terjadi skenario X, maka semakin rendah tingkat uncertainty nya. Apabila semakin tidak yakin dan sulit untuk melakukan proyeksi di masa yang akan datang, maka semakin tinggi tingkat uncertainty nya.

Contoh: Bagi Anda yang saat ini bekerja di industri otomotif, adanya pandemi COVID-19 akan meningkatkan ketidakpastian / uncertainty tentang bagaimana caranya memprediksi permintaan mobil di masa yang akan datang. Salah satu yang membuat ketidakpastian ini meningkat adalah adanya perubahan gaya kerja kebanyakan orang setelah pandemi COVID-19. Pasca pandemi, banyak kantor yang menerapkan hybrid working yang menjadi salah satu dampak perubahan permintaan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Hal ini menyebabkan prediksi terkait dengan permintaan kendaraan cenderung lebih sulit untuk diprediksi.

Ilustrasi: Berikut adalah ilustrasi antara low uncertainty dengan high uncertainty

Ilustrasi low uncertainty dengan high uncertainty

C – Complexity

Penjelasan: Menjelaskan banyaknya komponen yang saling berkaitan satu sama lain untuk mengambil sebuah keputusan di industri, dan hubungan antar komponennya tidak hanya linear namun juga non-linear. Apabila komponen yang terlibat semakin banyak, maka termasuk dalam high complexity, namun apabila komponen yang terlibat tidak banyak dan bahkan hubungan di antaranya bersifat linear, maka termasuk dalam kategori low complexity.

Contoh: Untuk pergi dari titik A ke titik B, hanya ada 2 rute yang bisa Anda pilih. Rute A memiliki jarak 3 km, dan Rute B memiliki jarak 5 km. Maka secara logika Anda akan memutuskan untuk memilih berjalan melalui Rute A. Memutuskan ini sangat mudah, dikarenakan kita tahu bahwa panjang jarak akan berbanding lurus dengan biaya dan waktu yang akan dikeluarkan. Contoh ini menunjukkan konteks low complexity, di mana komponen dan hubungan dalam pengambilan keputusan relatif sederhana. Sebaliknya, jika untuk pengambilan keputusan melibatkan banyak komponen yang perlu diperhatikan, disertai dengan hubungan antar komponennya yang tidak linear, maka hal tersebut masuk dalam high complexity.

Ilustrasi: Berikut adalah ilustrasi perbedaan antara low complexity dengan high complexity

Ilustrasi low complexity dengan high complexity

A – Ambiguity

Penjelasan: Istilah ambiguity digunakan untuk menggambarkan kesulitan menggambarkan masalah secara akurat, bisa jadi karena adanya kondisi kontradiktif yang harus dicapai bersamaan sehingga menimbulkan paradox, atau karena setiap orang memiliki interpretasi masing – masing dari suatu masalah dan penyebabnya.

Contoh: Untuk mendukung emisi karbon yang lebih rendah, maka pemerintah mewajibkan masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi berpindah dari kendaraan berbasis bahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Namun, dengan kendaraan listrik yang semakin banyak diadopsi oleh masyarakat, penggunaan listrik akan semakin meningkat. Hal ini menyebabkan pemerintah harus bersiap memberikan pasokan listrik yang lebih besar, di mana listrik tersebut dihasilkan dari batu bara, yang pada akhirnya juga memberikan emisi yang besar. Hal ini tentu menjadi sebuah paradox yang dihasilkan dari situasi dengan high ambiguity.

Ilustrasi: Berikut adalah ilustrasi perbedaan antara low ambiguity dengan high ambiguity

Perbedaan antara low ambiguity dengan high ambiguity

Strategi Analisa VUCA sesuai konteks tempat kerja Anda

Dalam memberikan workshop kepada berbagai perusahaan, saya biasa menggunakan Blank Canvas untuk membantu perusahaan dalam melakukan analisa VUCA dalam konteks industri mereka. Umumnya saya membuat peserta berkelompok untuk kemudian melakukan brainstorming mengenai apa tantangan VUCA yang dihadapi oleh perusahaan mereka. Brainstorming ini dapat dengan mudah dilakukan salah satunya dengan Blank Canvas. Berikut ini adalah penampakannya jika diterapkan dalam industri otomotif (perusahaan sepeda motor):

Ilustrasi Blank Canvas untuk Analisa VUCA

Seperti yang dapat dilihat pada ilustrasi di atas, Blank Canvas hanyalah sebuah canvas blank yang kemudian ditambah dengan 4 sticky notes dengan warna berbeda yang bertuliskan “Volatility”, “Uncertainty”, “Complexity”, dan “Ambiguity”. Para peserta kemudian akan diajak untuk berpikir mengenai apa tantangan riil yang dihadapi perusahaan di masing – masing warna V-U-C-A. Dengan menggunakan teknik visual ini, nantinya setiap orang dapat mengetahui apa saja tantangan VUCA yang harus mereka antisipasi dan dapat menjadi pertimbangan dalam elakukan inovasi baik di produk ataupun model bisnis.

Demikian yang bisa saya sampaikan terkait dengan Apa Itu VUCA dan Strategi Analisa VUCA dalam konteks industri. Apabila ada pertanyaan atau mengundang saya untuk memberikan workshop/seminar di perusahaan Anda, silakan kontak channel media sosial yang saya miliki atau kirimkan email ke arry(dot)rahmawan(at)gmail(dot)com.

Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya!

Salam,
Arry Rahmawan