Sebagai seorang yang sudah berkecimpung dalam dunia pendidikan dan training sejak tahun 2012, saya banyak sekali belajar dari beragam guru dan mentor terkait strategi merancang materi pembelajaran atau training dalam waktu singkat. Pernah pada suatu masa untuk menyiapkan materi atau slide presentasi dari nol, saya hanya memiliki waktu 1 – 2 hari sebelum memberikan training secara profesional. Sebelum saya mempelajari ilmu ini, biasanya saya cukup panik ketika berada di posisi seperti itu. Saat membuka Microsoft PowerPoint, yang mengalami apa yang dinamakan Slide Anxiety, yaitu tidak tahu darimana harus memulai dan bagaimana caranya agar saya bisa menyelesaikan slide saya. Dulu, seringkali saya merasa blank dan pada akhirnya hanya menyelesaikan slide ala kadarnya.
Apakah Anda pernah juga merasakan hal yang sama? Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi kepada Anda bagaimana cara mengatasi hal di atas. Terlepas dari apapun profesi Anda saat ini, apakah dosen, trainer, atau public speaker, yang sedang diminta presentasi, maka siapa tahu strategi berikut ini bermanfaat. Saya mengasumsikan bahwa sebelum merancang slide, Anda sudah mengetahui apa tujuan atau purpose dari Anda memberikan presentasi dan juga siapa saja audience nya. Jika Anda sudah mengetahui dua hal tersebut dan kemudian Anda stuck atau blank pada saat Anda ingin membuat materi presentasi, maka beberapa langkah berikut mungkin bisa menjadi solusinya.
3 Langkah Strategi Merancang Materi Pembelajaran atau Training dalam Waktu Singkat
Langkah #1 – Membuat Flow berdasarkan Generic Structure Presentasi
Salah satu cara cepat untuk membuat slide presentasi adalah dengan membuat terlebih dulu bagaimana flow presentasi kita nantinya. Jadi saran sederhana dari saya adalah, jangan langsung merancang slide presentasi di PowerPoint, melainkan pikirkan dulu bagaimana flow presentasi yang akan kita bawakan.
Sebagai best practice, berikut ini adalah struktur presentasi secara umum,

Gambar 1. Best practice bagaimana merancang alur presentasi
Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa struktur presentasi pada umumnya selalu memiliki 3 bagian utama, yaitu: Introduction, Main Part, dan Conclusion. Pada bagian introduction, proporsi umumnya adalah 15% dari total waktu presentasi. Sementara itu pada bagian main part, proporsinya 70% dari waktu yang diberikan, dan conclusion juga kurang lebih menghabiskan sekitar 15% dari waktu presentasi.
Saya biasa menggunakan struktur di atas jika ketersediaan waktu yang saya miliki untuk membuat presentasi sangat sedikit. Biasanya saya menggunakan aplikasi notepad, atau notes di smartphone saya, atau bisa juga langsung membuat outline dasar dengan coret – coretan langsung di kertas. Saya juga biasa menggunakan teknik Post-It untuk merancang outline presentasi yang saya bawakan, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Teknik Post-It dapat berguna untuk merevisi dengan cepat alur presentasi jika memang dirasa memerlukan perubahan.

Gambar 2. Pemanfaatan Teknik Post-It dalam merancang outline presentasi atau training
Setelah memiliki outline yang cukup meyakinkan, maka setelah itu saya langsung mencoba untuk merancang slide atau alat bantu presentasi yang diperlukan.
Strategi #2 – Mengonsep Slide Sebelum Membuat Di PowerPoint
Strategi yang cukup bekerja dengan efektif untuk saya dalam mengatasi slide design block adalah dengan membuat konsepnya terlebih dulu, sebelum langsung masuk ke powerpoint. Terdapat beberapa teknik yang biasa saya gunakan untuk melakukan konseptualisasi slide secara kreatif, yaitu dengan menggunakan Paper and Pen. Ya, saya betul – betul sangat terbantu dengan teknik Paper and Pen ini untuk merancang slide. Entah kenapa, dengan menggunakan kertas dan bulpen, saya dapat dengan lebih leluasa mengeluarkan ide – ide tentang bagaimana saya akan merancang slide saya.
Berikut adalah contoh konseptualisasi slide dengan menggunakan teknik paper and pen,

Gambar 3. Contoh merumuskan konsep slide dengan teknik Paper and Pen
Mengapa saya merasa bahwa teknik Paper and Pen ini efektif karena buat saya, berkreasi langsung dengan goresan tangan memberikan jauh lebih banyak kebebasan bagi saya untuk mengonsep slide. Sementara kalau saya langsung mengonsep di PowerPoint, saya merasa hal tersebut tidak efektif karena umumnya kita lansgung dihadapkan pada slide kosong dengan bullet points yang seolah – olah kita juga diharuskan untuk membuat slide seperti itu. Sementara dengan menggunakan teknik Paper and Pen ini menjadikan saya lebih kreatif dalam menumpahkan gagasan visual saya dalam membuat slide presentasi.
Strategi #3 – Mempercantik Visualisasi Sesuai dengan Profil Audience
Apabila saya sudah selesai menentukan bagaimana flow presentasi dan juga menentukan bagaimana konsep slide presentasinya, langkah selanjutnya adalah mempercantik visualisasi dari slide yang akan saya buat. Terkait dengan mempercantik slide ini, (kalau sudah sangat kepepet) saya biasa menggunakan template yang bisa didapatkan dengan gratis. Salah satu situs yang menyediakan template slide yang bagus namun juga gratis adalah slidesgo.com. Saya cukup banyak terbantu di saat saya memerlukan sebuah slide yang eye catching, khususnya bagi peserta yang berlatar belakang mahasiswa, atau orang – orang umum non-expert yang memerlukan penjelasan yang sederhana dan disertai dengan visualisasi yang kuat.
Sebagai contoh, saya pernah diundang sebagai seorang narasumber di acara yang diselenggarakan Keluarga Muslim Delft (KMD) di Belanda. KMD ini adalah semacam komunitas bagi para Muslim yang tinggal di Kota Delft, tempat saya menuntut ilmu doktoral. Pada acara tersebut saya diminta untuk mengisi kajian tentang bagaimana caranya agar dapat menjadi seorang muslim yang istiqomah dalam menjaga nilai – nilai Islam khususnya ketika kita sedang berada sebagai minoritas. Setelah saya melakukan dua langkah sebelumnya, maka langkah berikutnya adalah saya mempercantik tampilan slide presentasi yang akan saya bawakan ke jamaah KMD. Berikut adalah tampilan dari slide yang saya bawakan pada acara tersebut,


Gambar 4. Contoh ilustrasi slide yang telah dipercantik secara visual
Demikian tiga langkah yang biasa saya lakukan untuk merancang materi presentasi dengan cepat atau pada saat waktu yang tersedia sangat singkat. Secara ringkas, langkah pertama adalah membuat outline, lalu konsep slide, dan yang terakhir baru membuat visualisasi slide nya. Sebelum saya mengenal ilmu ini, umumnya saya langsung ‘loncat’ ke langkah yang ketiga. Pada waktu itu, saya langsung mencoba untuk membuat outline, konsep slide, sekaligus membuat visualisasi di PowerPoint langsung. Namun bagi saya, hal tersebut justru malah menghabiskan lebih banyak waktu, apalagi jika sebelumnya saya belum memiliki outline atau konsep sama sekali dalam membuat slide.
Semoga tiga langkah tersebut bermanfaat untuk sahabat pembaca yang saat ini sedang berusaha membuat slide materi dengan cepat namun tetap berkualitas.
Salam,
Arry Rahmawan


Leave a Comment