Saya bukanlah seorang ahli dalam ilmu komunikasi, namun satu hal yang menurut saya penting dalam berkomunikasi adalah seni memainkan kontak mata. Seringkali dalam komunikasi, tatapan mata dipandang sebelah mata. Padahal berawal dari tatapan mata itulah orang merasa diperhatikan saat sedang berbicara.
Dalam komunikasi adakalanya kita lebih suka memalingkan mata. Mungkin karena kita juga sudah terbiasa memandang slide presentasi ketimbang kontak mata dengan presenternya. Saya punya sebuah pengalaman menarik terkait dengan kontak mata yang benar-benar tidak saya sangka bahwa pengaruh kontak mata itu begitu besar.
Kejadiannya adalah pada saat saya baru masuk menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia. Waktu itu salah satu orientasinya adalah melakukan focus group discussion. Dalam FGD itu, saya mencoba untuk melakukan komunikasi dengan mengutamakan tiga hal: mendengar, tersenyum, dan menjaga kontak mata lebih banyak. Sampai akhirnya tibalah di akhir sesi ada semacam penghargaan kecil terkait siapa komunikator yang paling membuat nyaman. 11 dari 12 peserta FGD (selain saya tentunya) memilih bahwa orang itu adalah saya.
Kontak mata, walaupun kesannya mungkin sepele tapi justru kita akan terlihat lebih serius dalam menyimak orang. Cobalah seandainya kita berkomunikasi dengan orang, perhatikan berapa lama kita mempertahankan kontak mata kita. Berapa menit?
Komunikator handal yang saya tahu adalah mereka yang selalu menjaga kontak matanya. Entah sedang berkomunikasi empat mata, atau di depan kerumunan orang. Kontak mata yang diberikannya pun sekaligus menunjukkan ekspresi sehingga orang merasa dihargai saat berkomunikasi dengannya.
Bagaimana dengan Anda? Berapa lama Anda mampu mempertahankan kontak mata saat Anda berbicara?
Leave a Comment