Panduan Membuat Business Plan yang Baik

Pada bulan Maret lalu, saya diminta oleh ketua CEDS Universitas Indonesia untuk membantu mereka dalam menyiapkan sebuah business plan untuk persiapan lomba kewirausahaan. Jika saya berkaca dari pengalaman, umumnya jarang sekali pengusaha yang pada masa – masa awal membuat sebuah business plan yang lengkap. Kebanyakan dari mereka adalah orang – orang yang berani mengambil risiko untuk langsung terjun dalam dunia bisnis.

Seiring berjalannya waktu, saya menggunakan business plan ketika memang bisnis sudah berjalan dan masuk ke dalam tahap membangun sistem. Memangnya membangun bisnis itu ada berapa tahap? Membangun bisnis itu ada 5 tahap, berikut ini adalah tahapannya:

  1. Mencari ide dan mengukur risiko
  2. Tahap peningkatan penjualan
  3. Tahap profiting (peningkatan keuntungan)
  4. Membangun sistem
  5. Penggandaan (multiplying)

Untuk tahapan – tahapan itu kita bahas di artikel terpisah ya, hehe. Intinya yang ingin saya sampaikan, di tahap awal yang penting produk itu laku dulu. Setelah berkembang lebih besar, baru deh kita membuat business plan karena kita bisa menjalankan bisnis kita dengan lebih serius.

Kembali ke business plan,

Saya sendiri sudah membuat sebuah tulisan tentang bagaimana bikin business plan yang simpel dan efektif. berikut ini adalah tulisannya,

Tulisan di atas saya buat berdasarkan buku kewirausahaan yang saya susun, Studentpreneur Guidebook.

Jika kurang, untunglah saya ingat bahwa saya pernah memberikan kuliah umum di Universitas Padjadjaran Bandung tentang bagaimana membuat business plan yang efektif. Kuliah ini saya sampaikan di Fakultas Ekonomi UNPAD dalam rangka persiapan untuk kompetisi. Berikut ini adalah slide nya yang telah saya upload di Slideshare.

Dalam panduan di atas, Anda bisa mempelajari bagaimana merancang business plan yang lebih tepat untuk disesuaikan dengan bisnis Anda masing – masing. Business Plan bisa juga digunakan untuk kepentingan mencari investor, lho. Asalkan disertai dengan kemampuan komunikasi yang baik kepada calon investor Anda.

Bagaimana menurut Anda?