Pada tulisan kali ini saya ingin melanjutkan seri tulisan mengenai Business Canvas Tools yang dapat digunakan untuk menghasilkan ide kreatif atau solusi sebuah masalah. Tidak hanya Business Model Canvas yang dapat membantu bisnis tumbuh, namun Brain Writing canvas juga bisa Anda gunakan bersama tim di perusahaan Anda untuk menghasilkan alternatif solusi dalam rangka memecahkan masalah.
Apa itu Brain Writing?
Sebelum membahas tentang Brainwriting Canvas, pertama kita akan bahas dulu apa itu Brain Writing? Brain writing adalah sebuah teknik menghasilkan ide kreatif (mirip brainstorming), hanya di Brainwriting, ide – ide yang dimiliki tidak dilontarkan secara verbal, tetapi ditulis. Brainwriting ini juga dinamakan sebagai 6-3-5 Brainstorming Technique, di mana melibatkan 6 orang dalam satu kelompok, yang masing – masing mendapatkan giliran untuk menghasilkan maksimal 3 ide dengan cara ditulis, dalam waktu paling lama 5 menit untuk masing – masing orang. Pada brainwriting, setiap orang mendapatkan kesempatan secara bergantian. Sebagai contoh, orang pertama menulis 3 ide dalam 5 menit. Begitu 5 menit selesai, orang kedua gantian menulis ide selama 5 menit, di mana ide yang ditulis dapat berupa pengembangan ide yang ditulis oleh orang sebelumnya atau juga bisa merupakan ide baru untuk memecahkan masalah tersebut. Begitu seterusnya hingga satu putaran habis. Jika misalkan masih dirasa belum cukup, maka tim dapat mencoba lagi untuk melakukan putaran berikutnya. Proses ini dikenalkan oleh Bernd Rohrbach di Jerman pada tahun 1968. Wah, ternyata sudah cukup lama juga yaa..
Untuk kemudian mendapatkan insight dari aktivitas brain writing, saya biasa menggunakan Brainwriting Canvas. Brainwriting canvas biasanya saya gunakan baik untuk kepentingan organisasi sendiri, atau ketika menjadi fasilitator untuk memandu kegiatan brainstorming perusahaan – perusahaan baik di dalam maupun luar negeri. Lalu, seperti apakah Brainwriting Canvas yang dimaksud? Berikut ini adalah penjelasannya.
Apa itu Brain Writing Canvas (BWC)?
Brain Writing Canvas (BWC) adalah canvas yang digunakan untuk mengumpulkan ide dari proses brainwriting. Berikut adalah gambaran dari BWC:

Template BWC ini dibuat oleh Hinderling Volkart dan Dan Nessler pada tahun 2018, untuk membantu perusahaan menghasilkan inovasi – inovasi kreatif. Setidaknya ada cara menggunakan BWC ini:
- Cara pertama adalah dengan menggunakan penjelasan sebelumnya, yaitu 6-3-5, di mana 6 orang, menghasilkan 3 ide, dalam 5 menit. Untuk kemudian ide yang dihasilkan ditempel di BWC
- Cara kedua adalah dengan menggunakan apa yang disarankan Volkart: Buat grup terdiri dari 3-6 orang. Kemudian ambil secarik kertas. Orang pertama memilikirkan 1 ide untuk menjawab pertanyaan pemicu (seperti yang ada di tengah, how might we questions?) selama 60 detik. Baru setelah itu orang pertama tadi memberikan kertas kepada orang kedua. Orang kedua menyempurnakan ide tersebut, selama 60 detik. Begitu terus hingga sampai di peserta terakhir, baru kemudian hasil ide yang ditulis tadi ditempel di Brain Writing Canvas.
Berdasarkan pemaparan di atas, ada satu hal penting sebelum kita menghasilkan / menuliskan ide di BWC, yaitu adalah kotak di bagian tengah. Kotak bagian tengah ini adalah How Might We Questions, atau pertanyaan yang bisa memicu kreativitas dari masalah yang sudah didefinisikan.
Saya akan contohkan satu aplikasi dalam organisasi yang saya bina, yaitu AlkindiKids.
Studi Kasus Pemanfaatan BWC
Untuk studi kasus kali ini, saya menggunakan salah satu lembaga yang saya bina, yaitu AlkindiKids. AlkindiKids adalah salah satu lembaga pengembangan pendidikan berbasis Islam untuk anak usia dini. Pada awal pandemi COVID-19 lalu, AlkindiKids merumuskan masalah yang dihadapi oleh konsumennya adalah sebagai berikut,
“Asyania ingin menghindari sang anak mengalami learning loss 2 tahun selama Pandemi COVID-19, sehingga mereka mengalokasikan waktu 2-3 jam per hari sebagai guru untuk mengajar anaknya. Namun, mereka bingung bagaimana mendapatkan atau membuat materi berkualitas. Hal ini dikarenakan mayoritas orang tua tidak memiliki waktu atau pengalaman yang cukup sebagai guru dalam mengajar anak di rumah.”
Berdasarkan dari problem statement di atas, maka kita dapat berfokus untuk menghasilkan solusi dengan membuat pertanyaan how might we questions menjadi:
“Bagaimana kita membuat orang tua cakap menjadi guru di rumah untuk anak – anak yang masih berusia dini (3-5 tahun)?“
Ketika how might we questions sudah didapatkan, maka fase berikutnya adalah tim bersama – sama menghasilkan alternatif solusi menggunakan teknik brain writing ini. Teknik yang dipilih bisa teknik nomor 1 atau teknik nomor 2 seperti yang telah disebutkan tadi.
Nanti hasil akhirnya kira-kira akan menjadi seperti ini:

Itulah sedikit sharing dari saya di artikel ini. Semoga ada sedikit manfaat yang bisa diambil dari penggunaan BWC ini dalam menghasilkan inovasi – inovasi baru dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
Untuk mengundang saya memberikan pelatihan, sharing, atau memandu perusahaan Anda dalam mengaplikasikan teknik-teknik visual thinking model dalam Problem Solving and Decision Making, silakan kontak instagram saya di @ArryRahmawan, +62 856 4087 9848 (WhatsApp Only), atau email di arry(dot)rahmawan(at)gmail(dot)com.
Semoga bermanfaat!
Salam,
Arry Rahmawan Destyanto


Leave a Comment