SESEORANG selalu menunggu-nunggu untuk dipanggil wawancara saat melamar kerja. Banyak orang selalu menunggu untuk dipanggil dan bertemu dengan pak presiden atau menteri. Banyak orang selalu menunggu untuk dipanggil dan bertemu dengan idola-idola mereka.
Hari ini saya merenung, hanya karena saya melihat sebuah telepon umum yang menempel di dinding. Telepon itu menempel dengan kokoh. Entahlah masih bisa digunakan atau tidak. Tapi satu hal saya seperti diingatkan, jika telepon itu berdering, berbunyi, dan itu berasal dari Tuhan kita untuk memanggil kita kembali kepadanya, Siapkah jika kita mendapatkan panggilan dariNya?
Tidak Ada Manusia yang Abadi
Semua orang tahu bahwa batas hidup manusia itu terbatas. Ada batas waktu yang sudah ditetapkan. Ketika waktu itu habis, maka kita bersiap untuk menemui sang pencipta kita kembali. Ketika mengetahui fakta ini, apa yang sebaiknya kita lakukan?
Banyak orang yang terus menerus membuang waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Banyak orang yang mengizinkan dirinya larut dalam kegalauan. Bahkan banyak yang masih berani dalam melakukan hal-hal yang tidak baik.
Sekaligus mengingatkan diri saya, semoga kita tidak lupa bahwa suatu saat Allah akan memanggil diri kita.
Apa yang Sudah Kita Siapkan?
Seperti seseorang yang kembali kepada sang pencipta setelah dikirim ke dunia, sudahkah kita menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menghadapNya? Atau kita masih menjadi orang yang mungkin sombong dan menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada? Atau kita masih menjadi orang yang tinggi hati bahwa perintah-perintahNya adalah sesuatu hal yang sepele?
Itu adalah pilihan. Tapi yang pasti, waktu yang ditentukan akan tiba juga.
Selagi masih bisa untuk memperbaiki diri, kenapa tidak? Bukankah begitu? Bacalah Al Quran, di situ lengkap semua panduannya. Mulai dari awal memulai kehidupan hingga mempersiapkan bekal untuk menghadapNya.
Mudah-mudahan bisa menjadi pengingat untuk kita semua. Bagaimana menurut Anda?
Ingin berkomunikasi lebih lanjut? Follow saja @ArryRahmawan

Leave a Comment