Cara mengisi blok channel pada business model canvas

Cara Mengisi Blok Channel pada Business Model Canvas (BMC)

Bagaimana cara mengisi Blok Channel pada Business Model Canvas dengan tepat?

Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas saat Anda sedang menggunakan BMC. Setelah membahas tentang bagaimana cara mengisi blog customer segments dan juga value proposition, kali ini saya ingin membahas sedikit tentang bagaimana mengisi blok channel pada Business Model Canvas (BMC).

dan juga value proposition, kali ini saya ingin membahas sedikit tentang bagaimana mengisi blok channel pada Business Model Canvas (BMC).

Blok channel pada intinya menjelaskan bagaimana sebuah bisnis menjangkau target konsumennya (CS) untuk menyampaikan nilai tambah yang telah dijanjikan (VP). Maka dari itu, posisi channel memiliki kata kunci sebagai jembatan antara value proposition dengan customer segments.

Pada BMC, letak blok channel ada di bagian ini,

Cara Mengisi Blok Channel pada Business Model Canvas
Ilustrasi Letak Blok Channel pada Business Model Canvas

Secara konsep, fungsi dari channel di Business Model Canvas menggambarkan 5 hal untuk menjembatani agar value proposition bisa sampai ke tangan konsumen. Kelima hal tersebut adalah: (1) Awareness, (2) Evaluation; (3) Purchase; (4) Delivery; dan (5) After-Sales. Penjelasan lebih lengkap untuk kelimanya adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana perusahaan meningkatkan kesadaran konsumen tentang value, produk, dan jasa yang ditawarkan perusahaan (awareness)
    Contoh: melalui iklan, media sosial, dll.
  2. Bagaimana perusahaan membantu konsumen untuk mengevaluasi value, produk, dan jasa yang ditawarkan perusahaan sebelum membeli (evaluate).
    Contoh: memberikan sampel gratis untuk dicoba, free trial 1 bulan untuk layanan digital.
  3. Bagaimana perusahaan membantu proses transaksi pembelian lebih dengan lebih mudah untuk produk atau jasa yang ditawarkan (purchasing)
    Contoh: online store (web milik sendiri), online marketplace (seperti tokopedia, bukalapak, shopee), dan penyediaan alternatif serta skema pembayaran yang lengkap.
  4. Bagaimana perusahaan mengantarkan value, produk, atau jasa yang telah dibeli agar bisa sampai ke tangan konsumen sesuai ekspektasi (delivery)
    Contoh: pengiriman melalui kurir, same day delivery, ambil di pickup point, dan sebagainya
  5. Bagaimana perusahaan memberikan layanan purna jual untuk memastikan produk atau jasa berfungsi dengan baik (after-sales)
    Contoh: memberikan garansi uang kembali, asistensi personal, menyediakan call center, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh pengisian channel di bidang usaha fashion, yang saya contohkan pada kegiatan CREDUS 5th di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia:

Cara Mengisi Blok Channel pada Business Model Canvas
Gambaran pengisian Business Model Canvas untuk Bagian Blok Channel

Pada BMC di atas, kita dapat lihat bahwa ada sebuah bisnis yang memiliki segmen pelanggan anak muda millennial yang sedang berkarir dan memperhatikan style, di mana value proposition nya menawarkan masker yang nyaman dan stylish (sesuai dengan motif baju yang dimiliki. Maka untuk bagian channel nya diisini dengan:

  1. Awareness: aktif di Social Media
  2. Evaluation: memberikan sampel gratis untuk dicoba
  3. Purchasing: sistem pre-order secara online (dibuat batch)
  4. Delivery: kurir 3 hari sampai se-Indonesia
  5. After-sales: garansi uang kembali jika terdapat cacat

Beberapa pertanyaan seputar blok channel yang saya dapatkan dari peserta workshop saya:

Q: Apakah ke-5 bagiannya harus diisi?
A: Pada dasarnya tergantung jenis bisnisnya. Bisa jadi lebih banyak atau lebih sedikit dari 5

Q: Apakah channel harus selalu milik sendiri?
A: Tidak juga. Channel bisa juga melalui partner. Misalnya untuk purchasing barang kita didistribusikan melalui indomaret/alfamart, di mana kita memanfaatkan jaringan distribusi yang sudah ada, daripada membangun jaringan distribusi sendiri dari awal.

Semoga artikel ini membantu untuk Anda yang sedang belajar Business Model canvas dan bagaimana mengaplikasikannya secara riil di bisnis atau organisasi Anda.

Beberapa artikel lainnya yang bisa Anda pelajari, antara lain:

Bagi Anda yang ingin mengundang saya sebagai instruktur untuk melakukan inovasi dengan menggunakan BMC ini, silakan hubungi via WhatsApp 0856 4087 9848 (Melinda) atau email langsung ke arry.rahmawan@gmail.com.

Salam,
Arry Rahmawan

Untuk sahabat yang ingin mendapatkan tutorial lainnya, silakan subscribe, like dan share Channel youtube saya.

Bagi yang ingin berinteraksi dan mendapatkan update tentang aktivitas saya, silakan follow akun Instagram saya di @ArryRahmawan