Ada hal menarik dari Kompas yang saya baca hari ini. Di sebuah kolom tulisan yang berukuran kecil terletak di kiri halaman, saya membaca ada sebuah tulisan yang berjudul ‘ternyata, berbisnis itu gampang!’. Wah, terang saja saya penasaran, karena selain mirip dengan judul buku saya yang kedua, ternyata artikel ini berisi sebuah jawaban pertanyaan dari Oom Liem (Sudono Salim) tentang bagaimana cara berbisnis yang efektif dan efisien!
Artikel ini masih merupakan bagian dari mengenang wafatnya Oom Liem pada 10 Juni kemarin. Atau kalau tertarik kamu juga bisa membaca artikel yang saya tulis terinspirasi dari Oom Liem yaitu Obituari Kita. Dikisahkan pada tahun 1996, ada seorang mahasiswa yang bertanya kepada Oom Liem, “Bagaimana cara agar kita dapat berbisnis dengan efektif dan efisien?”. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Oom Liem kemudian tertawa dan beberapa saat kemudian terdiam. Apa kira-kira jawaban beliau?
Jujur saya tertarik sekali dengan tulisan ini. Apalagi saya adalah seorang mahasiswa Teknik Industri yang dalam kuliah kata-kata ‘efektif’ dan ‘efisien’ itu benar-benar sudah menjadi makanan sehari-hari deh pokoknya. Kebetulan juga saya adalah seorang pebisnis pemula kecil-kecilan yang berharap bisa menyerap ilmunya Oom Liem dalam menjawab pertanyaan itu. Mungkin kalau saya mahasiswa di tahun 1996 akan bertanya hal yang sama kali yaa… 😮
Namun, setelah mendengar pertanyaan itu Oom Liem hanya tertawa saja. Beliau kemudian diam. Sepertinya tidak tahu ingin menjawab apa. Saya sudah menduga-duga jawaban dari Oom Liem nih. Kemudian beliau menjawab,
“Maaf ya dik, saya ini hanya seorang praktisi. Saya tidak tahu harus menjawab apa terkait bisnis yang efektif dan efisien itu. Setahu saya, caranya adalah besarkan untung, tekan biaya atau pengeluaran, berpegang teguh pada nilai yang baik dan benar dalam mencapainya, serta berbagilah kepada orang lain. Itu saja. Maka kalau kita selama ini berbisnis tapi ternyata kita tidak untung, ya jangan berbisnis. Tapi ingat, itu harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Jika punya hutang, bayar. Jika mendapat investor, amanah. Jika kita meminjam sesuatu, kembalikan. Jangan coba-coba jadi penipu dalam bisnis. Sekali dua kali mungkin bisa, yang ketiga mencoba lagi sudah tidak ada orang yang percaya.”
Waw, saya merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga. Saya juga merasa beruntung sekali jadinya masuk ke T. Industri karena memang apa yang saya pelajari adalah dasar-dasar kompetensi teknis untuk memaksimalkan untung dan meminimalkan biaya. Tetapi yang paling penting itu adalah bagian selanjutnya: KARAKTER. Berbisnis, selain perlu action, ilmu, kompetensi, juga memerlukan apa yang namanya KARAKTER. Itulah bisnis yang efektif dan efisien, karakter akan menjaga nama baik, dan nama baik itu yang akan terus menerus menjadi modal kepercayaan orang untuk selalu berbisnis dan bekerjasama dengan kita.
Bagaimana menurut kamu? Apakah berbisnis yang efektif dan efisien itu?
Ingin berkomunikasi lebih lanjut? Follow @ArryRahmawan
Leave a Comment