Just Follow Your Passion

Setelah mengisi salah satu sesi seminar tentang passion, saya pernah ditanyakan bahwa passion hanyalah sebagai sebuah luxury talk yang tidak bisa dijangkau oleh semua orang. Passion hanya milik orang-orang tertentu.

Saya kemudian bertanya balik, bagaimana mungkin kita bisa hidup dengan passion apabila pikiran kita sendiri sudah menganggap bahwa hidup dengan passion itu tidak mungkin? Ibarat kata kita harus melompat namun pikiran kita sudah berkata bahwa kita tidak bisa melompat.

Passion isn’t luxury talk. Passion bisa dinikmati siapa saja, terutama mereka yang memang sudah tahu dirinya. Saat ini kita berada di sebuah zaman yang bebas, di mana semuanya sudah jadi serba mudah, dan dengan kemudahan yang ada kita bisa bekerja dan berkarya sesuai dengan ranah kita sendiri.

Mencari sebuah passion untuk dikembangkan bisa berarti dua hal, tercipta atau diciptakan. Bagi mereka yang ingin menemukan bisa mencoba dengan merasakan hal apa yang paling menyenangkan untuk dirinya. Bagi mereka yang belum, bisa jadi menemukan seiring perjalanan kehidupannya. Misal, yang tadinya tidak terpikir senang komputer, saat bekerja di ranah komputer dia jadi jatuh cinta. Itu bisa juga.

Berbicara mengenai passion, menjadi salah kaprah ketika hanya membahas apa yang kita sukai saja. Karena itu berarti hal-hal seperti tidur, makan besar, dan lain sebagainya bisa menjadi passion. Passion lebih dari itu. Passion is something about serve the world, apakah passion itu bisa termasuk hal yang melayani dan memberikan nilai tambah dan manfaat kepada dunia atau tidak.

Termasuk menjadi entrepreneur, yang hanya punya modal diri sendiri. Passion bisa menjadi senjata yang sangat manis untuk menjaga semangat tempur melebihi rata-rata kerja yang biasanya.

In my opinion, there is no greater thing you can do with your life and your work than follow your passions – in a way that serves the world and you.

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan