Arry Rahmawan Destyanto

Studentpreneur Class #1 – Mengenal Konsep Siklus Hidup Start Up

Sahabat Studentpreneur, kali ini saya ingin membahas sedikit tentang konsep siklus hidup StartUP, yang menurut saya cukup penting untuk diketahui oleh kamu yang saat ini sedang ingin memulai bisnis. Konsep ini sering sekali diajarkan dalam sekolah – sekolah bisnis dan juga kelas saya di Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia.

Yuk, mari kita pelajari bersama – sama konsep siklus hidup start up ini!

Apa dan Mengapa Konsep Siklus Hidup Start-up Penting?

Apa itu siklus hidup start-up, atau kalau bahasa Inggrisnya Start-Up Life Cycle? Siklus hidup startup merupakan gambaran umum bagaimana perkembangan sebuah organisasi (dalam hal ini start-up, atau bisnis yang sedang mencari bentuk) mulai dari awal kemunculan hingga dia mati.

Lalu mengapa penting bagi seorang studentpreneur untuk memahami ini?

Memahami siklus hidup startup akan membantu kita untuk memetakan sudah di fase mana bisnis yang sedang kita bangun. Dengan mengetahui bisnis kita ada di fase mana, maka kita bisa merumuskan strategi dengan lebih jitu.

Konsep siklus hidup start-up ini saya ambil dari literatur dan juga pengalaman saya sebagai seorang entrepreneur. Beberapa literatur yang bisa dibaca lebih lanjut terkait siklus hidup startup adalah literatur dari (Lester, Parnell and Carraher, 2003) atau (Sirmon, Hitt, Ireland&Gilbert, 2011), di mana secara umum ada 5 fase yang akan dilewati oleh setiap organisasi bisnis.

Saya pribadi mengembangkan sebuah model, start-up life cycle, yang sudah saya sesuaikan berdasarkan literatur, pengalaman praktis sebagai pelaku usaha dan investor, juga dari hasil tukar wawasan dengan para entrepreneur Indonesia. Berikut ini adalah model konsep siklus hidup start-up versi saya,

Konsep Siklus hidup Start-Up (Destyanto, 2020)

Mengenal 5 Fase Siklus Hidup Start-Up

Terdapat 5 fase hidup start-up yang akan dialami oleh setiap start-up yang bermunculan khususnya di Indonesia, yaitu:

Bagaimana sih contohnya?

Saya akan mengambil contoh studi kasus dari salah satu startup teknologi yang pernah diusulkan di salah satu kelas yang saya bina, yaitu berpatungan.com (bukan nama sebenarnya / fiktif).

Nah, demikian sedikit gambaran tentang start-up life cycle yang bisa kamu gunakan (para Studentpreneur) untuk memetakan sudah di fase mana bisnis yang kamu miliki dan ingin sejauh apa kamu membawa bisnis mu. Ingat, sebagai studentpreneur kamu tidak harus sampai ujung, tetapi ada juga studentpreneur yang ketika sudah sampai fase ekspansi, mereka memilih jalur datar. Atau bahkan pada saat mengetahui bisnisnya sudah valid, mereka memilih untuk datar atau mengembangkan pelan – pelan. Umumnya ini dipengaruhi oleh faktor mental dan seberapa besar kesanggupan kamu mengambil risiko untuk membuat bisnis kamu melejit.

Semoga kuliah singkat kali ini bermanfaat dan sampai jumpa di seri Studentpreneur Class berikutnya. Jika kamu ingin mulai berdiskusi atau ada yang kurang jelas, silakan sampaikan di kotak komentar dibawah.

Pesan terakhir, jadilah Studentpreneur Cerdas yang tetap berorientasi pada tindakan.

Salam,
Arry Rahmawan
Dosen Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia

Catatan:

Studentpreneur class adalah seri artikel yang membahas khusus seputar topik kewirausahaan. Seri artikel ini merupakan bagian dari materi pelajaran yang saya berikan dalam mata kuliah Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia. Beberapa bagian dari seri artikel ini juga dimuat dalam buku best-seller saya, Studentpreneur Guidebook, yang diterbitkan oleh GagasMedia. Artikel yang ada pada seri studentpreneur class ditujukan untuk referensi praktis lapangan, dan bukan referensi artikel ilmiah karena masih harus diuji lebih lanjut validitasnya.

Referensi lebih lanjut:

Lester, Donald L.; Parnell, John A.; Carraher, Shawn (2003). “ORGANIZATIONAL LIFE CYCLE: A FIVE?STAGE EMPIRICAL SCALE”. The International Journal of Organizational Analysis. 11 (4): 339–354. doi:10.1108/eb028979

Sirmon, David G.; Hitt, Michael A.; Ireland, R. Duane; Gilbert, Brett Anitra (2010). “Resource Orchestration to Create Competitive Advantage”. Journal of Management. 37 (5): 1390–1412. doi:10.1177/014920631038569

Exit mobile version