Arry Rahmawan Destyanto

Rahasia Menciptakan Keberuntungan

Beberapa teman lama saya yang beberapa hari terakhir sempat bertemu dengan saya ada yang terheran-heran. Bagaimana bisa seorrang Arry yang sedang sibuk belajar sebagai seorang mahasiswa teknik, bisa membangun sebuah usaha training motivasi yang alhamdulillah saat ini sudah menangani 100 klien lebih? Bagaimana mungkin saat ini seorang Arry sudah memiliki lebih dari 80 lebih sertifikat penghargaan sebagai pembicara dalam berbagai event dalam 2 tahun terakhir? Bagaimana pula seorang Arry bisa menjadi ketua di beberapa komunitas kewirausahaan nasional? Belum lagi jika menghitung rezeki yang mengalir, hehe…

Saya percaya bahwa yang namanya sukses itu adalah persiapan yang bertemu dengan kesempatan. Ini adalah sebuah pernyataan klasik namun sangat relevan hingga sekarang. Masalahnya, banyak orang yang mencibir bahwa itu tidak benar. Kenapa? Karena semua orang pasti bisa mengendalikan dan membuat persiapan, tetapi hanya orang-orang yang beruntunglah yang bisa mendapatkan kesempatan. Pertanyaan saya, bisakah keberuntungan itu diciptakan? Jawabannya, bisa! Ingin tahu bagaimana rahasia menciptakan keberuntungan? Yuk baca tulisan ini lebih lanjut!

Bagian yang Hilang

Ada bagian yang hilang yang sering dilupakan oleh banyak orang saat ingin menciptakan keberuntungan dan memperbesar kesempatan yang ada. Bagian yang hilang itu adalah: komunikasi. Ya, banyak orang yang saat ini sudah mempersiapkan diri untuk bisa menjadi orang yang sukses. Belajar dengan tekun, kerja keras, memperoleh skill  yang mumpuni, dan lain sebagainya. Tetapi ternyata mereka hanya menunggu kesempatan datang.

Mereka tidak berusaha untuk mencarinya, sehingga di sinilah letak keberuntungan itu berbeda bagi setiap orang. Bayangkan jika mereka mengkomunikasikan apa yang mereka miliki. Bayangkan jika mereka memberitahu apa yang mereka bisa, skill apa yang mereka miliki, dan lain sebagainya. Banyak orang yang kurang bahkan tidak PD terhadap kemampuan diri mereka sendiri, dengan mengatasnamakan tidak ingin diri sombong, maka mereka hanya mengkomunikasikan hal-hal kecil yang mereka miliki. Padahal menurut saya yang namanya sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

4 Layers Communication

Sekedar komunikasi saja tidak cukup, namun perlu komunikasi sebanyak 4 lapis. Apa itu komunikasi 4 lapis? Berikut ini adalah lapisan-lapisannya:

Nah, itulah bagaimana cara menciptakan keberuntungan (berdasarkan pengalaman saya). Sederhana, bukan? Hanya memperbanyak komunikasi namun juga harus diperhatikan jangan terlalu berlebihan (seperti misalnya melakukan broadcast yang tidak penting). Komunikasi 4 lapis inilah yang kemudian menjadikan saya memiliki beberapa keberuntungan yang belum tentu didapat orang lain. Saya bersuyukur akan hal itu. Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Exit mobile version