Pelatihan Program Kepemimpinan OJK Level Madya 2 Tahun 2024
Alhamdulillah pada tanggal 3 Februari 2024 lalu, saya diberikan kesempatan untuk menjadi pelatih pada Pelatihan Program Kepemimpinan OJK Level Madya 2. Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membekali para calon – calon pemimpin tinggi di OJK dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin agar organisasi dapat berjalan dengan baik dan efektif. Pelatihan yang saya tangani diselenggarakan fullday mulai dari pagi hari hingga sore hari, yang terdiri dari 3 sesi. Pelatihan ini diselenggarakan di Hotel Intercontinental Jakarta Pondok Indah.
Apa saja materi yang saya bawakan pada pelatihan ini? Di sesi pertama, saya membawakan materi terkait dengan knowledge management. Knowledge management adalah sebuah konsep tentang bagaimana kita mengatur pengetahuan di suatu organisasi. Seperti yang kita ketahui bahwa di organisasi terdiri dari berbagai macam orang yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman berbeda – beda pada suatu hal yang ada di benaknya, yang diberi nama dengan (tacit knowledge). Manajemen pengetahuan ini berguna salah satunya untuk mencegah apabila anggota organisasi dengan tacit knowledge yang sangat bagus ini pensiun misalnya, kemudian organisasi jadi kehilangan pengetahuannya. Maka, tacit knowledge ini perlu ditransformasi menjadi explicit knowledge agar pengetahuan dari orang tersebut dapat diturunkan dan disebarluaskan agar kinerja organisasi yang optimal bisa berjalan. Tugas saya ini kemudian melatih para pemimpin di OJK bagaimana menerapkan strategi untuk discovering, capturing, sharing dan applying pengetahuan tersebut agar tujuan organisasi dapat tercapai.
Oh ya, saya menulis artikel ini salah satunya adalah untuk mengubah tacit knowledge yang ada di dalam diri saya untuk dijadikan explicit, agar pengalaman saya (siapa tahu) bisa dipelajari oleh banyak orang yang mengunjungi blog ini.
Sesi kedua yang saya bawakan adalah tentang improvement management. Improvement management adalah suatu konsep yang ditanamkan kepada setiap organisasi agar terus-menerus melakukan perbaikan. Karena dalam kenyataannya, sesuatu itu pasti masih dapat ditingkatkan, walaupun sudah di posisi puncak atau menjadi yang terbaik. Maka dalam sesi ini, sebelum saya mengajarkan tentang strategi menerapkan improvement management yang efektif di organisasi, saya terlebih dulu memberikan pemaparan tentang kultur – kultur apa saja yang perlu ditularkan oleh seorang pemimpin kepada timnya agar orientasi tim senantiasa menuju continuous improvement atau peningkatan yang berkelanjutan. Setelah memberikan pemahaman tentang kultur, barulah kemudian saya masuk ke strategi teknis terbaik (best practices) bagaimana menerapkan improvement management. Pemaparan juga disertai dengan beberapa studi kasus riil untuk memberikan pemahaman kepada para peserta pelatihan dengan lebih jelas bagaimana menerapkan improvement management ini.
Sesi ketiga, atau sesi yang terakhir yang saya bawakan adalah sesi tentang creative thinking. Sesi ini menjadi penting mengingat kultur kerja di OJK umumnya adalah tentang pengawasan dan penegakan standar – standar yang berlaku, sehingga ruang untuk memunculkan kreativitas cukup terbatas. Maka di sesi terakhir ini saya melatih para pimpinan OJK ini untuk memahami dulu bagaimana cara unlocking creativity dengan memahami faktor – faktor apa yang sebenarnya membuat kreativitas kita menjadi tidak lancar. Setelah para peserta mengetahui faktor – faktor yang membuat kreativitas tersumbat dan mampu mengatasinya, maka para peserta akan diajak untuk mempraktikkan teknik – teknik kreativitas secara langsung. Beberapa teknik kreativitas yang saya bawakan adalah structured brainwriting, nominal group technique, group passing technique, mind mapping, 6 thinking hats, dan beberapa teknik kreativitas lainnya. Setelah para peserta dibekali dengan teknik tersebut, mereka kemudian diberikan studi kasus riil yang perlu dipecahkan untuk memastikan apakah para peserta memahami dan dapat menggunakan strategi – strategi tersebut.
Satu hal kesan mendalam yang saya sangat suka di pelatihan ini adalah pemikiran kritis dari masing – masing peserta dan partisipasi aktifnya yang sangat luar biasa. Tentu hal ini tidak mengagetkan, karena mereka adalah pemimpin atau calon pimpinan di OJK. Dalam setiap sesi yang saya bawakan, selalu saja ada pertanyaan – pertanyaan menarik yang membuat saya perlu berpikir lebih dalam untuk menjawabnya. Sangat menyenangkan, buat saya tentunya karena selain saya diberikan kesempatan untuk berbagi namun saya juga bisa banyak belajar dari para pimpinan di OJK ini. Sebagai sesi akhir penutup pelatihan, seperti biasa dilanjutkan dengan adanya foto bersama dengan para peserta.
Senang sekali rasanya diberikan kesempatan yang luar biasa. Bukan hanya saya yang mengajar, tapi juga saya banyak belajar. Belajar dari para pemimpin di lapangan dan dunia nyata menjadi bekal yang luar biasa untuk bahan saya mengajar dan bercerita di kelas. Semoga bisa berjumpa lagi di lain kesempatan untuk bisa belajar bersama yaa… 🙂
Salam,
Arry Rahmawan
