Arry Rahmawan Destyanto

Menjadi No. 1 Ala Seabiscuit

Sekitar tahun 1997 (kalau saya ga salah), pernah ada sebuah lomba pacuan kuda yang menarik di Amerika. Pacuan kuda ini berbeda daripada pacuan kuda yang lain karena ternyata pacuan kuda ini menimbulkan bekas dan kesan mendalam bagi yang menontonnya. Tahu kenapa? Karena ada Seabiscuit, seekor kuda yang inspiratif. Saking inspiratifnya bahkan pernah dibuat film tentang Seabiscuit yang di tahun 2003 masuk jajaran Box Office. Oke, pasti pada penasaran kan apaan dan siapa itu Seabiscuit dan apa yang dia lakukan? Yuk kita baca lebih lanjut!

Jadi apa yang dilakukan Seabiscuit?  Ketegangan sudah dimulai dari awal ketika lomba pacuan kuda dimulai. Saat pistol ditembakkan ke udara, semua kuda berpacu dengan sangat semangat dan cepat. Kecuali Seabiscuit. Seabiscuit mengawali dengan lari tidak beraturan ke sana kemari dan langkah yang tidak teratur. Penonton pun bingung dibuatnya.

Sampai akhirnya si Jockey berinisiatif membawa Seabiscuit untuk berada tepat di belakang kuda depannya.  Awalnya memang sulit, tetapi lama kelamaan Seabiscuit menyamakan langkahnya dengan kuda yang ada di depannya. Sekarang menjadi lebih baik, dan kemudian langkahnya berirama sama persis dengan kuda di depannya.

Tidak hanya sampai di situ, kemudian Seabiscuit juga melakukan hal yang sama terus menerus dan berulang-ulang terhadap kuda di depannya. Awalnya berlari di belakang, kemudian merapikan dan memperindah langkahnya, setelah itu menyalipnya!

Kejadian ini ternyata membuat banyak sekali orang yang sadar akan sebuah pelajaran penting, bahwa memiliki kompetitor itu sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Kadang memang kita membutuhkan orang-orang yang saat ini posisinya ada di depan kita, agar:

  1. Menyadarkan kita bahwa kita masih perlu banyak belajar.
  2. Selalu termotivasi untuk belajar dan menjadi lebih baik
  3. Melakukan inovasi, meningkatkan kreativitas, dan menjadi lebih baik dari kompetitor kita.

Jadi tidak perlu takut jika memiliki kompetitor. Memiliki saingan atau orang yang ada di depan kita memaksa kita untuk selalu push the limit tentang diri kita sendiri.

Menjadi orang nomor satu dan selalu menjadi lebih baik memang banyak caranya. Salah satu caranya adalah ala Seabiscuit. Selalu mengejar orang yang ada di depannya, memperbaiki usaha, kemudian menjadi lebih baik daripada orang yang dikejar. Ini menarik sekali, bukan? Bagaimana menurut kamu? 🙂

Exit mobile version