Arry Rahmawan Destyanto

Mengenal Creative Matrix Canvas untuk Membantu Proses Inovasi Model Bisnis

Dalam workshop Business Model Canvas yang saya bawakan, salah satu sesi yang paling dinanti oleh peserta adalah bagaimana melakukan inovasi terhadap model bisnis yang sudah ada agar bisnis dapat terus kompetitif dan adaptif.

Walaupun di atas kertas sepertinya melakukan inovasi itu mudah, tapi dalam beberapa hal melakukan inovasi untuk model bisnis bisa jadi sangat sulit. Cara inovasi yang paling populer dan sering kita dengar adalah dengan menggunakan prinsip ATM atau Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Prinsip ATM memang bisa dijadikan salah satu cara untuk berinovasi. Namun bagaimana jika kita ingin menghasilkan inovasi yang original dan sulit untuk ditiru? Dari yang tadinya menggunakan pendekatan ATM, sekarang menggunakan pendekatan ACL, yaitu Amati, Ciptakan, Lindungi.

Salah satu cara yang saya gunakan untuk membantu baik itu entrepreneur, pengusaha pemula, atau bahkan para pemimpin perusahaan untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang segar adalah dengan memperkenalkan Creative Matrix Canvas (CMC).

Creative Matrix Canvas atau disingkat CMC ini adalah kanvas 1 halaman yang dapat merapikan ide – ide untuk menghasilkan inovasi model bisnis yang baru. Dalam workshop yang saya bawakan, ide – ide yang dihasilkan pada CMC ini akan menjadi masukan untuk melakukan perbaikan di Business Model Canvas, sehingga menghasilkan alternatif-alternatif BMC yang lebih fresh.

Mengenal Tampilan Creative Matrix Canvas (CMC)

CMC dibuat oleh Patrick van der Pijl dkk dalam bukunya Design a Better Business Tools. Berikut ini adalah tampilan dari CMC,

Tampilan dari Creative Matrix Canvas

CMC secara umum memiliki bagian yang terdiri dari 5 kolom dan 5 baris, membentuk matrix yang terdiri dari 5 x 5 grid. Pada bagian baris, berisikan kategori atau pertanyaan yang perlu dijawab, sementara pada bagian kolom berisi siapa saja konsumen atau calon konsumen dalam bisnis kita.

Bagaimana cara menggunakannya? Berikut ini adalah langkah – langkah yang biasanya saya bawakan dalam workshop untuk membantu inovasi model bisnis:

Setelah alternatif BMC yang baru sudah jadi, maka tugas peserta berikutnya adalah menguji model bisnis tersebut di lapangan untuk mendapat feedback langsung dari konsumen. Setelah itu BMC perlu divalidasi sebelum ditingkatkan skalanya menjadi unit bisnis yang lebih besar (salah satunya mengundang investor untuk menanamkan modalnya dalam bisnis).

Artikel ini saya tulis dengan gaya panduan workshop, berdasarkan dari pengalaman saya membawakan workshop di korporat. Semoga cara di atas bisa Anda ikuti dan lakukan di organisasi Anda secara mandiri. Cara di atas juga saya sering bawakan kepada mahasiswa yang mengikuti kelas pengantar kewirausahaan teknologi yang saya ampu.

Bagi Anda yang ingin mengundang saya sebagai instruktur untuk melakukan inovasi model bisnis dengan menggunakan pendekatan visual model thinking ini, silakan hubungi via WhatsApp 0856 4087 9848 (Melinda) atau email langsung ke arry.rahmawan@gmail.com.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di pembahasan business canvas series berikutnya!

Salam,
Arry Rahmawan

Untuk sahabat yang ingin mendapatkan tutorial lainnya, silakan subscribe, like dan share Channel youtube saya.

Exit mobile version