
a Team should operate as a mosaic whose unique strengths and differences convert into a powerful united force
Seiring perkembangan bisnis yang semakin tumbuh, tentu saja akan semakin banyak orang-orang yang terlibat di dalamnya. Pada awalnya mungkin kita akan berjuang sendirian, namun semakin lama untuk menumbuhkan percepatan bisnis kita tidak dapat memungkiri akan memerlukan sebuah tim — yang hebat.
Membangun tim dalam bisnis, dapat dibilang susah-susah gampang. Bahkan, banyak pengusaha yang sudah berhasil mengatakan bahwa inti dari bisnis sebenarnya adalah mengatur dan membangun orang-orang di dalamnya.
Jika saat ini Anda sedang berusaha dan mencoba membangun sebuah tim yang solid, beberapa tips berikut ini semoga dapat membantu Anda.
Be aware of How You Work
Sebagai seorang pemilik usaha atau pebisnis, seringkali kita menginginkan orang-orang terbaik untuk ikut bergabung bersama kita. Pertanyaannya, dengan kapasitas kita saat ini, layakkah kita merekrut orang-orang terbaik? Sudahkah kita mengetahui siapa diri kita sebenarnya? Sudahkah kita menyadari bagaimana diri kita bekerja?
Mennyadari bagaimana bentuk dan pola kerja kita membuat kita akan semakin mudah untuk memilih tim yang terbaik.
Clearly Define Roles and Responsibility
Apa yang membedakan peran antara Anda dengan tim Anda? Mengapa peran dan tanggungjawab itu perlu? Apakah kinerja Anda dengan tim saling melengkapi? Sudahkah peran dan tanggungjawab tersebut dituliskan dengan jelas sehingga tidak menyebabkan hal yang multitafsir?
Tim ibarat roda-roda komponen kecil untuk menggerakkan roda yang lebih besar. Tugas kita adalah memastikan roda-roda kecil ini saling melengkapi untuk mendukung pergerakan yang lebih cepat lagi.
Acknowledge and Reward
Tidak semua anggota tim mampu membuat capaian di atas rata-rata. Untuk membuat sebuah tim yang solid, maka kemampuan untuk melihat dan mengapresiasi orang-orang yang memiliki kinerja di atas rata-rata ini menjadi hal yang sangat penting. Bagaimana cara terbaik untuk memberikan pengakuan dan penghargaan pada orang-orang yang berdedikasi tinggi dalam tim Anda?
Be Proactive with Feedback
Dalam kerja tim, adakalanya feedback dari rekan akan sangat membantu kita untuk mengembangkan diri. Sayangnya, orang lebih banyak memilih untuk ‘menanti’ feedback dibandingkan dengan ‘mencari’ feedback itu sendiri. Maka di sela-sela kerja atau jika Anda sempat meluangkan waktu untuk meminta feedback dari rekan setim maka Anda sudah menunjukkan bahwa diri Anda adalah seorang yang proaktif.
Bagaimana menurut Anda?
Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan