Alhamdulillah, sejak tanggal 28 Mei 2015 lalu blog ini resmi membuka sebuah page yang dikhususkan bagi pembaca yang ingin berkonsultasi. Jika Anda memiliki pertanyaan, unek-unek, atau ingin curhat, silakan Anda langsung utarakan saja pertanyaannya di sini. Pada tulisan kali ini, saya mencoba untuk menjawab pertanyaan dari Dedi Rosalam. Pertanyaannya seperti ini,
“Sebelumnya saya berterima kasih kepada Kakak Arry Rahmawan atas tulisannya yang sangat memotivasi, Saya mau minta saran kak, seperti yang telah saya baca dari blog kakak tentang ingin jadi wirausaha tapi tidak di ijinkan orang tua, seperti solusi yang sudah saya baca dari blog kakak yaitu memberikan pembuktian seperti memperlihatkan IPK saya sudah coba alhamdulillah ipk saya memuaskan tapi orang tua saya tetap menolak memberi izin, yang saya lakukan sekarang cuma mengembangkan website saya, padahal saya juga mau punya usaha tapi kendala di modal, kalau mau pinjam di bank saya harus punya izin orang tua … kira-kira apa yang harus saya lakukan supaya diberi iziin, mereka juga khawatir kalau ipk saya turun karena saya salah satu penerima beasiswa bidikmisi yang harus mempertahankan nilai ipk.”
Sdr. Dedi Rosalam,
Dalam pandangan saya, menjadi seorang wirausahawan modal yang utama bukanlah uang namun adalah pola pikir dan juga kreativitas. Saya sudah menjelaskannya di blog saya, khususnya dalam tulisan ini. Dalam tulisan tersebut, saya mengemukakan bahwa modal yang paling penting dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah bagaimana caranya dia terus berpikir secara kreatif dan di luar kebiasaan orang pada umumnya.
Saya merasakan apa yang Anda rasakan, karena saya sendiri memulai usaha berangkat benar – benar dari nol, tidak mendapatkan ‘restu’, serta tidak memiliki uang sama sekali. Ini waktu itu saya rasakan saat mengembangkan CerdasMulia Institute beberapa tahun yang lalu. Hingga saat ini alhamdulillah asetnya semakin lama semakin berkembang.
Apakah saya menggunakan uang bank saat mengembangkannya? TIDAK sama sekali! Saya menggunakan jalur – jalur yang lebih aman dalam meraih modal usaha, selain meminjam kepada bank. Beberapa caranya meraih modal tersebut adalah:
- Menabung dari uang saku untuk dijadikan modal usaha
- Ikut berbagai kompetisi business plan, agar ide bisnis kita bisa dibiayai
- Mencari kerja sambilan, untuk kemudian ditabung sebagai modal bisnis
- Patungan modal usaha dengan rekanan
- Menggunakan sistem crowdfunding atau meminta banyak orang untuk membiayai proyek Anda
- Menghubungi inkubator bisnis di kampus Anda, untuk membantu modal usaha Anda
Saya tidak anti dengan pinjaman bank, namun saya TIDAK MENYARANKAN mahasiswa yang belum berpengalaman bisnis untuk meminjam langsung di bank tanpa adanya pengalaman mengatur keuangan dalam usaha. Salah – salah, uang itu bisa tidak tepat alokasinya yang menyebabkan kita tidak siap membayar bunga bank yang akhirnya justru akan membuat kita akan semakin bangkrut.
Jika Anda masih mahasiswa, saya sarankan juga Anda untuk bisa membaca 6 Alternatif Modal Usaha untuk Studentpreneur. Di sana, saya membahas beberapa cara peraihan modal usaha dengan cara yang praktis, aman, dan juga masuk akal.
Semoga bermanfaat.
Apakah dari pembaca ada yang ingin menambahkan? Silakan tambahkan melalui kotak komentar di bawah ya. 🙂
Jika Anda ingin berkonsultasi dengan saya, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui halaman Curhat dan Konsultasi.