Arry Rahmawan Destyanto

Cara Ampuh untuk Mensyukuri Hidup Kita

Saat memberikan pelatihan, sering sekali saya bertanya kepada peserta, jika dirupiahkan maka berapa harga hidup Anda dalam satu hari? Pertanyaan ini sering saya sampaikan dalam training tematik ‘menuju kematian’ dan ‘manajemen waktu’. Peserta sering saya beri waktu khusus, dan ini bukan hanya sekedar pertanyaan. Mereka membutuhkan waktu yang lama untuk menjawabnya! Termasuk saya!

Baik, sekarang sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, maukah Anda menjawab pertanyaan saya itu? Berapa harga hidup Anda dalam satu hari? Silakan dijawab dalam waktu 5 menit, oke? Hehe…

Dari sekian jawaban yang saya terima, ada yang menjawab Rp500 juta, Rp5 Milyar, paling tinggi Rp250 trilyun. Anda mungkin tertawa mendengarnya tetapi saya jauh lebih menghargai jawaban mereka daripada jawaban, ‘tidak terhingga’ atau ‘banyak’. Menurut saya, mereka menulis itu sudah memikirkan dengan baik apa yang mereka tulis beserta argumentasinya.

Mahal, itulah intinya. Kita diberikan hidup yang sangat luar biasa oleh Allah swt, berupa kenikmatan yang tiada taranya. Bahkan setiap harinya. Sekarang, berapakah jawaban Anda? Berapa harga hidup Anda dalam satu hari? Coba cocokkan dengan perhitungan saya berikut ini. Saya sengaja membuatnya agar kita selalu teringat bahwa satu hari hidup kita itu sangat mahal harganya, dan dari situ kita dapat membangun semangat untuk memanfaatkan hidup dengan lebih baik lagi. Semoga bermanfaat!

  1. Nikmat Bernapas
    Dalam sehari, kita diberikan kesempatan untuk menghirup udara selama 24 jam! Selama ini mungkin kita bisa bilang bahwa kita menghirupnya dengan gratis, tetapi untuk apa ada tabung-tabung oksigen di rumah sakit atau apotek?
    Harganya, berkisar Rp 25.000/liter. Berapa oksigen yang dihirup manusia dalam sehari? Rata-rata manusia normal menghirup oksigen sehari 2.880 liter. Maka cukup dari sini saja kita sudah harus membayar sebesar Rp72.000.000 hanya untuk menghirup oksigen!

Belum cukup, kak! Karena udara itu sebenarnya ada unsur gas yang lain. Seperti nitrogen, hidrogen, dan gas-gas yang lainnya. Jadi bagaimana kalau kita genapkan saja menjadi Rp100.000.000 dalam sehari untuk nikmatnya kita bernapas?

 

Bayangkan Allah memberikan keempat potensi itu secara GRATIS!! Bahkan mungkin kalkulasi ini masih sangat sedikit dan JAUH sekali dari kenyataan. Dalam arti harusnya lebih banyak lagi aspek yang dihitung, mulai dari organ tubuh dan rezeki, tidak hanya dari nikmatnya kita menghirup udara dengan gratis, aliran darah dan jantung yang sehat, dapat melihat sehingga bisa berkarya, dan juga WAKTU yang sangat berharga bahkan kita sendiri sulit menghargainya. Maka ketika kita bangun tidur, cobalah untuk selalu tersenyum dan bersyukur. Alhamdulillah hari ini saya masih diberikan kesempatan hidup. Untuk itu saya harus bisa meningkatkan ibadah, kompetensi diri, dan juga karya-karya agar bisa menjalankan ratusan, bahkan miliaran juta rupiah yang telah Allah titipkan kepada saya setiap harinya.

Salam produktif! Semoga bermanfaat dan ditunggu komentarnya. 🙂
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Exit mobile version