Bagaimana Cara Efektif Saat Kita Mengalami Writer’s Block?
Sebagai seorang trainer sekaligus penulis, bukan hal yang aneh jika saya sering mengalami apa yang dinamakan Writer’s Block. Writer’s Block adalah sebuah kondisi di mana kita mengalami kebuntuan dalam menulis dan kita tidak tahu lagi apa yang harus kita tuliskan karena kita merasa bahwa ide di kepala sudah habis.
Pernah mengalami hal yang serupa?
Sejak saya memulai menulis blog pertama kali, hingga menerbitkan buku Studentpreneur Guidebook dan Sekeping Cinta, bahkan hingga saat ini, saya masih sering mengalami Writer’s Block. Apalagi saat saya menghitung bahwa di blog ini sudah terdapat sekitar 720 lebih artikel, seringkali sebelum melakukan update di blog ini, saya bertanya, “mau menulis tentang apa ya?”
Padahal, saya sudah berkomitmen setidaknya saya akan (atau harus) menulis 2 – 3 artikel secara rutin di blog ini setiap minggunya. Alhamdulillah, saya mengetahui beragam cara kreatif untuk bisa melawan writer’s block tersebut, sehingga selalu dapat memunculkan tulisan – tulisan yang fresh untuk Anda. Hal ini juga yang membuat blog sederhana saya ini tidak bosan – bosannya dikunjungi oleh pembaca, hehe..
Lalu, bagaimana cara mengatasi writer’s block tersebut?
Berikut ini saya kumpulkan 29 tips nya untuk Anda agar bisa mengatasi writer’s block dalam menulis. Semoga bermanfaat ya!
Catatan : Artikel ini terdiri atas 3 bagian. Untuk melanjutkan membaca bagian berikutinya, silakan klik tanda panah yang ada di bawah artikel ini.
29 Cara Efektif untuk Mengatasi Writer’s Block
Cara #1 : Mendaur Ulang Tulisan – Tulisan Lama
Pernah menulis sesuatu sebelumnya? Jadikan tulisan itu inspirasi untuk membuat tulisan berikutnya. Misalkan tulisan saya ini, adalah tulisan ‘daur ulang’ dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul 5 Tips to Beat Writer’s Block yang saya tulis 3 tahun lalu. Bedanya, pada tulisan ini saya menambahkannya jadi 29 cara, hehe.. Simple kan?
Cara #2 : Membuat Tulisan tentang Akun Twitter Terbaik
Banyaknya akun Twitter di dunia maya kadang membuat pertanyaan bagi banyak orang : “mana ya yang bagus dan harus gue follow?” Pertanyaan itu adalah sebuah peluang untuk menulis sebuah artikel blog. Contohnya adalah tulisan saya tentang 20 Akun Twitter Recommended untuk Pelajar dan Mahasiswa. Anda bisa membuat tulisan tentang akun Twitter di bidang lain, misalnya pengembangan diri, beasiswa ke luar negeri, dan sebagainya.
Cara #3 : Membuat Kurasi tentang Tulisan Orang Lain
Tulisan ini sifatnya mengumpulkan berbagai macam artikel terbaik yang ditulis orang lain. Kalau cara sebelumnya yang direkomendasikan adalah akun Twitter, kalau cara ini yang direkomendasikan adalah link blog atau situs orang lain. Misalnya saya pernah melakukan kurasi dari website topmanagementdegrees.com yang dapat Anda lihat di sini. Contoh lainnya, bisa Anda lihat di sini.
Cara #4 : Mengambil Inspirasi dari COMMENT BOX
Comment box dan inbox email merupakan salah satu tempat favorit saya untuk menggali ide tulisan. Sebagai contoh, saya pernah mendapatkan komentar seperti berikut dari pembaca,
Bagaimana jika kita belum menemukan passion, masih mencari-cari?
sebenarnya saya suka semua hal, namun setelah semua saya jalani sepertinya ini bukan passion saya. Jadi semua hal yang saya pelajari hanya setengah-setengah tidak totalitas. Apakah saya harus memaksakan diri fokus di satu bidang yang itu adalah passion saya dan mengerjakanya secara totalitas.
Semacam orang yang multi tallent.
Dari tulisan tersebut, saya membuat beberapa tulisan, seperti:
Cara #5 : Mengundang Orang Lain untuk Menulis (Guest Blogging)
Jika kita bingung ingin menulis apa, bagaimana bila kita mengundang orang lain untuk berkontribusi di blog kita? Saya mengundang orang terdekat, yaitu istri saya untuk mengirimkan tulisan juga ke blog ini, hehe. Walaupun sebenarnya di punya blog sendiri. Saya juga mengundang beberapa trainer muda di CerdasMulia Institute untuk menulis di blog ini. Salah satunya yang populer adalah Cara Cepat Mengetahui Kepribadian Seseorang.
Cara #6 : Menulis tentang Infographic
Jika sedang stuck, saya mencoba mengakalinya dengan posting infographic yang menurut saya bisa bermanfaat untuk pembaca. Beberapa posting di mana saya menyertakan infographic di dalamnya adalah Tips Sukses Menghadapi Wawancara Kerja, dan Social Media dalam Menghancurkan Produktivitas Kita
Cara #7 : Menuliskan Posting Vlog atau Video Blog
Ini adalah cara yang baru saya lakukan selama 3 bulan terakhir. Jika memang kita stuck dalam menulis, kenapa kita tidak mencoba untuk membuat video? Berikut ini adalah beberapa contoh Vlog yang saya buat:
- Cara Efektif untuk Mengevaluasi Akhir Tahun
- 5 Prinsip Membuat Target Hidup yang Baik
- 5 Penyebab Utama Manajemen Waktu yang Buruk
- Bagaimana Caranya Agar dapat Memanfaatkan Waktu dengan Lebih Baik?
Cara #8 : Bertanya di Social Media atau Langsung dengan Audience
Dulu saya pernah posting di Facebook, kira – kira kata-katanya seperti ini,
Sahabat, adakah impian atau target yang saat ini sedang coba Anda kejar? Jika ada, apa target / impian tersebut?
Ternyata, dengan posting ‘iseng’ tersebut, saya mendapatkan jawaban “saya sedang galau, kak. Karena sebentar lagi mau presentasi proposal skripsi.”
Di situ kemudian saya menemukan sebuah momen. Aha! Saya harus menulis tips tentang cara sukses menghadapi presentasi proposal skripsi. Akhirnya, jadilah sebuah tulisan dengan judul “Cara Membawakan Presentasi Proposal Skripsi yang Baik.”
Cara #9 : Menuliskan Inspirasi dari Membaca Buku
Dulu mentor saya pernah berkata, ‘jika kamu ingin sukses menjadi penulis, maka kamu harus banyak banyak banyak membaca.’. Menurut saya, nasihat itu memang benar. Karena, ketika saya mengalami writer’s block, saya bisa menggunakan informasi yang pernah saya baca sebagai bahan tulisan. Misalnya tulisan saya yang berjudul, “Apa yang Sebenarnya Kita Inginkan”.
Cara #10 : Menuliskan Hasil Eksperimen terhadap Pembaca Atau Diri Sendiri
Saya pernah membuat sebuah program dengan nama 30 Days Writing Challenge untuk membuat diri saya kembali menjadi seorang penulis produktif di blog (disingkat #30DWC). Eksperimen yang tadinya saya coba terapkan untuk diri saya ini, malah ‘menular’ ke pembaca saya yang lain. Hal itu kemudian saya jadikan bahan tulisan untuk posting yang berjudul, “Dari Penikmat Menjadi Pencipta”
Cara #11 : Menuliskan Review Buku / Film / Produk
Salah satu cara favorit untuk bisa mengatasi writer’s block untuk menulis blog adalah menuliskan review terhadap buku atau film yang baru saja saya tonton. Tentunya, dalam menuliskan review ini saya menggunakan perspektif dan bahasa saya sendiri, agar lebih terlatih dalam menulis. Contohnya adalah posting saya yang berjudul “Belajar dari Film 3 Idiots”, yang saya tulis kurang lebih 4 tahun lalu.
Catatan : Untuk melanjutkan membaca bagian berikutinya, silakan klik tanda panah NEXT yang ada di bawah artikel ini.
Cara #12 : Menuliskan Success Story (Jika Ada)
Saya ingat sekali, waktu awal membuat blog ini, saya pernah memiliki impian untuk bisa melahirkan sebuah buku best seller dari blog. Agak berangan – angan memang, tetapi alhamdulillah setelah 2 tahun konsisten ngeblog, buku itu pun kemudian terbit. Judulnya, Studentpreneur Guidebook.
Keberhasilan saya menerbitkan buku ini, kemudian saya jadikan posting untuk blog dengan judul Menerbitkan Buku Best Seller dari Sebuah Blog.
Cara #13 : Menuliskan Pembelajaran dari Tokoh
Pembelajaran dari seorang tokoh sukses juga bisa kita jadikan sebagai ide untuk menulis. Misalnya, saya pernah menuliskan tentang prinsip – prinsip sukses berbisnis Chairul Tanjung yang saya tulis di blog saya dengan judul, “Prinsip – Prinsip Sukses si Anak Singkong”
Cara #14 : Menggunakan Google Suggestion
Sebuah cara klasik, tapi ampuh. Google Suggestion itu biasanya muncul saat kita mengetikkan beberapa kata di kotak pencarian Google. Ternyata, Google Suggestion bisa memberitahu kepada kita, kata apa yang paling sering diketik orang. Berikut ini saya beri contoh,
Dari hasil google suggestion tersebut, kita jadi tahu bahwa banyak orang mencari “cara berbicara di depan umum”. Maka dari itu, saya menuliskan beberapa artikel tentang public speaking, seperti “11 Tips Sukses Berbicara di Depan Umum” dan “6 Tips Agar Lancar di Depan Umum”
Cara #15 : Mencari Ide di Slideshare
Situs SlideShare.com menurut saya adalah sebuah situs yang sangat oke untuk mencari inspirasi dan ide tulisan. Saya pernah menulis sebuah artikel tentang produktivitas yang ‘terinspirasi’ dari sebuah slide di slideshare. Contohnya adalah postingan saya yang berjudul “Bagaimana Menyelesaikan Banyak Pekerjaan dengan Cepat dan Efektif.”
Cara #16 : Membuat Ebook dan Menulis Posting untuk Mempromosikanna
Menulis blog tidak harus melulu tentang artikel. Anda juga bisa menulis sebuah ebook atau report singkat yang bisa bermanfaat untuk pembaca Anda. Di blog ini, saya posting sebuah tulisan yang mempromosikan ebook yang saya tulis. Judulnya adalah “Hadiah Ebook SimplyProductive Baru untuk Anda”
Cara #17 : Menuliskan Event yang Kita Ikuti / Adakan
Tentu banyak sekali pengalaman yang kita dapatkan saat mengikuti event atau acara tertentu. Entah itu bentuknya seminar, workshop, pelatihan, atau hanya sekedar gathering. Nah, ceritakanlah pelajaran atau pengalaman yang kita dapatkan saat mengikuti event tersebut. Contohnya adalah tulisan saya yang berjudul “Gathering Perdana TDA Kampus yang Dahsyat” (Catatan : tulisan itu saya posting 4 tahun lalu, dengan bahasa yang masih unyu ^^)
Cara #18 : Menuliskan tentang Mitos di Bidang yang Digeluti
Apakah Anda seorang dokter, penulis, pelukis, pebisnis, atau bahkan yang lainnya? Di setiap bidang yang Anda geluti, pastilah ada ‘mitos-mitos’ yang seringkali dipercaya orang, padahal itu belum tentu benar. Saat saya bergelut di kewirausahaan misalnya, ada orang yang mengatakan bahwa “IPK tidak penting dalam bisnis.” Itu mitos atau fakta? Untuk mengungkap mitos itu, saya menuliskan artikel tentang “Hal Penting yang Saya Pelajari Saat Menjadi Studentpreneur.”
Cara #19 : Menceritakan tentang Pengalaman Gagal
Pengalaman gagal kok ditulis? Untuk apa? Tentu saja, agar orang yang membaca bisa belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Saat mengalami writer’s block, Anda bisa menceritakan pengalaman kegagalan Anda (tentunya dengan porsi privasi yang disesuaikan). Beberapa contohnya adalah ketika saya menjadi studentpreneur, ada beberapa kesalahan yang saya perbuat dan kemudian saya bagikan untuk pembaca. Silakan Anda baca dalam tulisan saya berjudul “5 Kesalahan Utama Para Wirausaha Mahasiswa” dan “Kesalahan Umum dalam Membangun Relasi.”
Cara #20 : Menuliskan Tentang “To Do List Before……..”
Ide ini saya dapatkan dari teman saya sesama blogger. Saat writer’s block melanda, dia pernah menulis tentang :
- 25 Restoran yang Wajib Dicoba Sebelum Mati
- 50 Kota yang Wajib Dikunjungi Sebelum Lanjut Usia
- 100 Hal yang Wajib Dibeli dan Dicoba sebelum Harganya Naik
Dia bisa menulis seperti itu, karena dia adalah seorang traveller. Idenya menarik, dan seringkali pembaca suka dengan tulisannya yang seperti itu. Saya sendiri mungkin nanti akan mencoba, hehe..
Cara #21 : Menulis Dead Content
Dead content adalah sebuah artikel atau posting di dunia maya yang sudah tidak lagi tersedia. Anda bisa mencarinya lewat Google, jika tidak ada, inilah kesempatan Anda untuk menuliskan dead content tersebut.
Cara #22 : Menuliskan Komentar akan Suatu Berita
Dengan banyaknya berita yang berseliweran, cobalah pilih sebuah berita yang menarik banyak orang untuk kemudian Anda tambahkan komentar dan perspektif dari diri Anda sendiri. Hal ini dapat menjadi nilai tambah bagi pembaca Anda.
Catatan : Untuk melanjutkan membaca bagian berikutinya, silakan klik tanda panah NEXT yang ada di bawah artikel ini.
Cara #23 : Menuliskan Daftar Buku Favorit di Bidang Anda
Misalkan Anda menggeluti bidang StartUp atau bisnis, Anda bisa membuat tulisan tentang 10 buku terbaik yang Anda rekomendasikan untuk startUp atau untuk pebisnis muda. Jika Anda seorang blogger, Anda juga dapat menuliskan 10 – 20 buku terbaik versi Anda yang dapat memandu seseorang menjadi blogger yang baik.
Cara #24 : Mencari Ide dari Forum Tanya Jawab
Forum tanya jawab seringkali berisikan berbagai masalah yang sedang dialami orang lain. Sekali – kali, cobalah berjalan – jalan ke Quora.com atau Yahoo! Answers untuk mendapatkan berbagai pertanyaan yang bisa Anda jawab melalui blog Anda.
Cara #25 : Menulis tentang Prediksi atau Tren di Masa Akan Datang
Bila Anda seorang expert, cobalah untuk menuliskan tentang tren apa yang sekiranya akan terjadi di masa yang akan datang. Prediksi itu bisa bervariasi panjang waktunya, mulai dari 12 bulan, bahkan 5 tahun dari sekarang. Sebagai contoh adalah tulisan dari Katy Widrick tentang Predicting Blogging in 2016.
Cara #26 : Menulis Tentang Hasil Wawancara dengan Tokoh
Jika kita kehabisan pengalaman untuk di share, pastikan kita juga bisa menggunakan pengalaman orang lain. Ajaklah seorang tokoh untuk Anda wawancara secara eksklusif. Wawancara tidak perlu bertatap muka, tetapi bisa juga melalui telepon atau email. Setelah itu Anda bisa membuat posting baru dari hasil wawancara tersebut.
Salah satu contoh tulisan interview yang menarik adalah yang dituliskan oleh Kosio Angelov tentang “Bagaimana Membangun Kebiasaan (Habit)”
Cara #27 : Menulis Artikel untuk Kompetisi
Sesekali, sebagai blogger atau penulis kita bisa menantang diri kita untuk mengikuti kompetisi menulis. Biasanya, dengan ikut kompetisi, kita berupaya untuk mengikuti standar dan tema yang diberikan panitia. Nah, buat saya ini sangat berguna untuk mengasah otak kita agar tetap tajam sebagai penulis.
Saya pernah beberapa kali mengikuti kompetisi blogging. Salah satunya yang menang adalah “Teknologi Digital untuk Indonesia”
Cara #28 : Menulis Seasonal Content
Seasonal Content adalah tulisan yang bertepatan dengan musim atau momen – momen tertentu. Misalnya, jika bulan Ramadhan tiba, maka saya menulis beberapa tulisan dengan nuansa Ramadhan. Misalnya “Tips membuat Ramadhan Menjadi Lebih Produktif”. Ketika tahun baru akan tiba, saya juga menuliskan seasonal content, seperti misalnya “Bagaimana Melakukan Evaluasi Akhir Tahun.” dan juga Resolusi Tahun 2015.
Cara #29 : Menulis Tutorial atau Panduan Step By Step
Coba perhatikan bidang yang Anda kuasai, adakah sebuah tutorial atau panduan yang dibutuhkan banyak orang? Anda bisa menjadikan panduan atau tutorial tersebut sebagai bahan tulisan. Contohnya adalah postingan saya tentang “Panduan Membuat Rencana Bisnis dengan Business Plan Canvas” atau juga “Panduan Dasar Creative Blogging.”
Oke sahabat pembaca, itulah dia 29 cara untuk mengatasi writer’s block.
Semoga dengan cara – cara yang telah disebutkan tadi, membuat Anda mampu lebih kreatif dalam menulis serta menghasilkan ide yang lebih baik.
Saya sendiri setelah menggunakan cara – cara tersebut, rasanya ide untuk menulis terus datang silih berganti. Dengan begitu, mudah – mudahan kebermanfaatan yang bisa diberikan sebagai penulis dan blogger menjadi lebih besar ya, hehehe…
Jika menurut Anda tulisan di atas serta tulisan – tulisan saya lainnya bermanfaat, silakan untuk berlangganan tulisan saya dengan mengisi alamat email Anda di sidebar sebelah kanan agar Anda tidak ketinggalan berbagai macam update dari saya.
Apakah Anda memiliki cara lain untuk mengatasi writer’s block? Silakan genapi cara di atas dan berikan cara ke #30 melalui kotak komentar di bawah. Saya tunggu ^^.
Salam,
Arry Rahmawan
Personal Development Trainer
at CerdasMulia Institute